Jasa Marga Akuisisi 10% Saham SQIL di JKC, Kini Jadi Pemegang Mayoritas

0
28
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Jasa Marga (Persero)Tbk mengakuisisi 10% saham milik Synergy Quest International Limited (SQIL) di PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC). Kesepakatan proses akuisisi tersebut melalui penandatanganan sales purchases agreement (SPA) yang diselenggarakan beberapa waktu yang lalu.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, setelah SPA itu, maka Jasa Marga menjadi pemegang saham mayoritas di PT JKC sebesar 88,67%. Sedangkan PT Triputra Utama Selaras 11,01% dan PT Nindya Karya 0,32%.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada SQIL yang telah menjadi mitra strategis Jasa Marga dalam pengusahaan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. Jalan tol ini merupakan jalur strategis yang terintegrasi dengan Jalan Tol Sedyatmo, Jalan Tol Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Kunciran-Serpong,” kata Subakti dalam keterangannya pada Selasa (9/7) kemarin.

Seperti Subakti, Direktur SQIL Mohamad Akmal Johari pun mengucapkan terima kasih kepada Jasa Marga atas kerja sama yang terjalin sebagai mitra dalam pengusahaan Jalan Tol Cengkareng-Batuceper-Kunciran. “Saya juga berharap semoga PT JKC senantiasa menjaga, selalu menjadi perusahaan jalan tol yang berkinerja tinggi, dengan pelayanan jalan tol yang sangat baik sehingga dapat menjaga sustainability of business-nya,” ujar Akmal.

Baca Juga :   Mind Id Rampungkan Pembelian dan Kini Pemegang Saham Terbesar di Vale Indonesia

Sebagai informasi, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng merupakan pengelola Jalan Tol CengkarengBatuceper-Kunciran (CBK) sepanjang 14,19 KM. Jalan tol ini melewati kota Tangerang yang merupakan dominasi wilayah sektor industri dan tempat tinggal, sehingga Jalan Tol CBK menjadi alternatif pilihan angkutan industri.

Selain itu, Jalan Tol CBK juga memberikan kepastian waktu sehingga waktu tempuh menjadi lebih singkat dan biaya operasional kendaraan menjadi lebih hemat baik kepada penumpang Bandara Soekarno-Hatta maupun komuter Tangerang-Jakarta.

Leave a reply

Iconomics