Garuda Indonesia Group Angkut Sekitar 80 Ribu Penumpang di Arus Balik Lebaran 2026
Ilustrasi Garuda Indonesia/Foto: ist
Garuda Indonesia Group mencatat sekitar 80 ribu penumpang pada arus balik Lebaran di 24 Maret 2026. Angka tersebut memecahkan rekor layanan harian perusahaan, dan menunjukkan tingginya antusias masyarakat dalam menggunakan layanan Garuda Indonesia.
Dari total penumpang itu, keterangan tertulis manajemen Garuda Indonesia menjelaskan, penumpang Garuda Indonesia sekitar 35 ribu orang, dan Citilink sekitar 45 ribu orang. Penumpang tersebar pada 489 penerbangan, dengan rute tertinggi menuju Jakarta dari Denpasar, Surabaya, Medan, Semarang, Batang, dan Singapura.
Manajemen Garuda Indonesia memperkirakan tren arus balik akan berlanjut hingga 29 Maret 2026. “Selama periode tersebut, total pergerakan penumpang diproyeksikan mencapai 1,1 juta orang,” tulis manajemen Garuda Indonesia dalam keterangan resminya pada Kamis (26/3).
Dari sisi ketepatan waktu (OTP), manajemen Garuda Indonesia mengatakan, pihaknya mencatat first departure mencapai 98,92%. Pencapaian itu menjadi yang tertinggi dalam 3 tahun terakhir.
Kinerja itu, lanjut manajemen Garuda Indonesia, menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga keandalan operasional, khususnya ketika tekanan lalu lintas penumpang di musim libur.
“Untuk menjaga kelancaran perjalanan, Garuda Indonesia Group terus memperkuat kesiapan operasional. Langkah ini meliputi optimalisasi seluruh lini layanan, kesiapan personel di lapangan, dan peningkatan koordinasi dengan otoritas bandara serta pemangku kepentingan terkait,” tulis manajemen Garuda.
Masih menutut manajemen Garuda Indonesia, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Garuda pun terus menjaga kualitas layanan di tengah meningkatkan kebutuhan mobilitas masyarakat pada momen libur dan cuti bersama Lebaran.
“Ke depannya, Garuda Indonesia Group akan rutin memantau tren pergerakan penumpang dan menyesuaikan kapasitas layanan secara adaptif. Langkah ini diambil agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal dan pelayanan tetap optimal sepanjang periode arus balik,” kata manajemen Garuda Indonesia.