Pendapatan dan Kerugian Bersih WSBP Turun Masing-Masing 21,05% dan 46,1% di 2025
PT Waskita Beton Precast Tbk memiliki tiga lini bisnis unggulan yakni precast, readymix, dan jasa konstruksi/Dok. WSBP
PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha senilai Rp 1,5 triliun pada 2025. Jumlahnya menurun 21,05% dari pendapatan usaha pada 2024 yang mencapai Rp 1,9 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan WSBP per 31 Desember 2025, anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk itu mencatat laba kotor senilai Rp 274,4 miliar, atau menurun 25,7% dari tahun sebelumnya senilai Rp 369,6 miliar.
Laba kotor dihasilkan dari penggunaan pendapatan usaha untuk beban pokok pendapatan senilai Rp 1,2 triliun pada 2025. Secara keseluruhan beban pokok pendapatan juga menurun 25% dari sebelumnya mencapai Rp 1,6 triliun pada 2024.
Dari sisi aset, WSBP memiliki jumlah aset senilai Rp 3,05 triliun pada 2025. Jumlah aset yang ada menurun sekitar 16,6% dari aset 2024 yang mencapai Rp 3,6 triliun. Total aset WSBP terdiri atas jumlah aset lancar Rp 901,8 miliar, dan aset tidak lancar Rp 2,1 triliun.
Untuk liabilitas, WSBP mencatat totalnya senilai Rp 5,02 triliun pada 2025, turun 1,9% dari liabilitas tahun sebelumnya Rp 5,1 triliun. Liabilitas terdiri atas liabilitas jangka pendek Rp 2,1 triliun, dan liabilitas jangka panjang Rp 2,8 triliun.
Selain itu, WSBP pun mencatat defisiensi modal senilai Rp 1,9 triliun pada 2025, atau meningkat 26,6% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,5 triliun.
Turunnya pendapatan WSBP pada 2025, turut mempengaruhi jumlah beban usaha yang dikeluarkan mencapai Rp 522,02 miliar, atau menurun sekitar 47,8% dari sebelumnya Rp 1,08 triliun di 2024.
Untuk komponen beban usaha meliputi beban penjualan Rp 99,2 miliar, beban umum dan administrasi Rp 380,5 miliar, beban non-contributing plant Rp 22,9 miliar, beban pajak penghasilan final Rp 8,5 miliar, pendapatan bunga Rp 2,1 miliar, dan beban pendapatan lain-lain Rp 12,8 miliar.
Secara keseluruhan, WSBP membukukan rugi bersih tahun berjalan senilai Rp 537,3 miliar pada 2025, menurun sekitar 46,1% dari Rp 997,3 miliar pada 2024.