HRTA Nilai Kenaikan Harga Emas Global Buka Peluang Investor dan Konsumen di Indonesia

0
105
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menilai kenaikan harga emas global dapat membuka peluang bagi investor dan konsumen di Indonesia. Data menunjukkan, harga emas global mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai US$ 3.663 per ons (oz).

Rata-rata harga emas periode September 2025 berada di level US$ 3.663 per oz atau setara Rp 1.945.864 per gram. Momentum harga emas dunia menjadi pengingat bahwa emas merupakan aset yang paling tahan terhadap gejolak global.

Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto mengatakan, emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tapi menjadi bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Melalui produk HRTA Gold, kami ingin emas hadir bukan sekadar simbol kemewahan, melainkan aset yang inklusif, relevan dengan gaya hidup, sekaligus menjadi warisan bernilai bagi generasi berikutnya.” kata Thendra dalam keterangan resminya pada Senin (6/10).

Sementara itu, Direktur Investor Relations HRTA Thendra Crisnanda menambahkan, berdasarkan data yang dihimpun, kenaikan dipicu sejumlah faktor global di antaranya kebijakan The Fed yang lebih dovish dengan penurunan suku bunga 25 bps. Ada pula pelemahan dolar Amerika Serikat di sebagian besar negara, dan tensi geopolitik, serta perang dagang yang berkelanjutan.

Baca Juga :   Laba Kotor Antam Semester I-2022 Naik 27%

Oleh sebab itu, kata Thendra, bank sentral dunia pun terus meningkatkan cadangan emas, dengan pembelian lebih dari 1.000 ton per tahun sejak 2022. Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) pun ikut memangkas suku bunga 25 bps menjadi 4,75% di periode September.

Hal itu semakin meningkatkan daya tarik emas sebagai investasi. Di sisi lain, langkah itu berimbas pada rupiah yang melemah hingga Rp 16.970 per US$. Kondisi itu mendorong permintaan emas di Indonesia meningkat secara signifikan.

Untuk ke depan, kata Thendra, HRTA melihat pasar akan menentukan sejumlah agenda penting seperti pertemuan The Fed di akhir Oktober yang berpotensi membuka ruang penurunan suku bunga. Kemudian, ada juga rapat BI pada pertengahan Oktober yang diprediksi akan mengambil sejumlah upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan moneter global, pelemahan mata uang, dan tingginya pembelian emas oleh bank sentral menjadi katalis utama. Di sisi domestik, pelemahan rupiah semakin memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai, sehingga kami melihat momentum pertumbuhan yang kuat hingga akhir tahun,” ujar Thendra.

Baca Juga :   Ekspor RBD Palm Olein Dilarang hingga Target Minyak Goreng Rp 14 Ribu/Liter Tercapai

Sebagai informasi harga HRTA Gold per 6 Oktober 2025 pukul 08.41 WIB sebesar Rp 2.217.000 per gram.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics