KPR Berbasis Pembiayaan Hijau Wujud BRI Peduli Lingkungan Hidup

0
21
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berupaya mendukung perubahan perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap isu lingkungan hidup. BRI menunjukkan dukungan tersebut melalui penyediaan kredit pemilikan rumah (KPR) berbasis pembiayaan hijau atau green financing.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Handayani mengatakan, pihaknya telah meluncurkan program KPR green financing sejak 2021. Program tersebut turut disertai dengan berbagai penawaran menarik seperti, bunga yang lebih rendah, down payment (DP) 0%, dan tenor yang diperpanjang.

“Keterlibatan perbankan dalam penerapan green development sangat penting terutama dalam hal pembiayaan proyek pembangunan berkelanjutan yang mengusung green concept,” kata Handayani dalam keterangannya pada Rabu (19/6).

Lewat penawaran itu, kata Handayani, pihaknya berharap dapat menarik minat pengembang untuk bekerja sama dengan BRI dalam membuat bangunan ramah lingkungan. Rumah ramah lingkungan disebut akan memberikan dampak positif terhadap perbaikan lingkungan, dan menjadi salah satu alternatif tempat tinggal.

Dalam KPR hijau, lanjut Handayani, terdapat berbagai aspek yang perlu diperhatikan. Beberapa aspek itu terdiri atas infrastruktur, material yang digunakan, pengelolaan sampah, dan kesehatan.

Baca Juga :   Fokus ke Ritel, Sunarso Haramkan Kantor Cabang BRI Mencari Dana Korporasi

Selama ini, kata Handayani, BRI telah beberapa kali mengadakan program yang bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap pentingnya rumah sehat yang berwawasan lingkungan. Juga beberapa kali mengadakan talkshow yang bertujuan mengedukasi pentingnya green building bagi masyarakat.

Dari sisi bisnis, kata Handayani, BRI optimistis green investment dan green financing memiliki prospek yang bagus di kemudian hari. Hal itu, dapat tercermin dari kinerja pembiayaan perumahan di BRI yang tumbuh 15% secara tahunan (yoy) pada April 2024.

“Jadi cukup optimistis, pertumbuhannya masih positif di masa mendatang,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics