Waskita Bangun Jembatan Satwa di Sekitar Jalan Tol IKN Seksi 3B
PT Waskita Karya (Persero) Tbk sedang membangun jembatan satwa di sekitar jalan tol Ibu Kota Nusantara (IKN) seksi 3B segmen KKT Kariangau-Simpang Tempadung, Kalimantan Timur. Jembatan sepanjang 81,6 meter itu berfungsi sebagai perlintasan satwa endemik yang ada di Kalimantan seperti, macan dahan, bekantan, beruang madu, dan orang utan.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, jembatan satwa terdiri atas 2 lintasan berbentuk terowongan yang ditimbun tanah. Waskita menggunakan timbunan ringan sebagai pengganti timbunan tanah.
Hal itu dilakukan untuk menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerapkan teknologi konstruksi berkelanjutan. Jembatan ini menyambungkan antara bukit dengan bukit, untuk memudahkan perpindahan hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung Sungai Wain.
“Seperti diketahui, hutan lindung itu dekat dengan jalan Tol IKN seksi 3B yang juga sedang dibangun oleh perseroan,” kata Ermy dalam keterangan resminya pada Jumat (23/5).
Dari sisi pengerjaan, kata Ermy, proyek senilai Rp 2,6 triliun itu lokasinya berhimpitan dengan hutan lindung Sungai Wain yang menjadi koridor satwa liar. Maka, pelaksanaan konstruksi dibuat sesuai habitat para hewan, agar bisa melintas tanpa terganggu jalan tol yang berada di bawah.
“Perseroan menyadari, tidak hanya manusia yang membutuhkan fasilitas jalan aman dan nyaman, hewan pun membutuhkannya. Maka Waskita merasa bangga dapat membangun jembatan ini sekaligus ikut berkontribusi menjaga fauna dan keseimbangan alam di Tanah Air,” ujar Ermy.
Ermy mengatakan, Waskita optimistis dapat menyelesaikan pembangunan jembatan satwa secara tepat waktu, dan sesuai standar mutu. Untuk diketahui, proyek jembatan satwa ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
“Sebagai BUMN konstruksi yang sudah berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun infrastruktur, Waskita terus berkomitmen memberikan hasil terbaik dalam setiap penyelesaian bangunan. Kami pun berharap proyek yang kami kerjakan dapat memberikan multiplier effects,” ujar Ermy.