Waskita Karya Bukukan Nilai Kontrak Baru Rp 5,6 T di Oktober 2025

0
92
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Waskita Karya (Persero) Tbk membukukan nilai kontrak baru senilai Rp 5,6 triliun per Oktober 2025. Waskita Karya telah mengelola 65 proyek berjalan mulai dari pembangunan jaringan konektivitas jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, jalan Tol IKN seksi 3B, dan Light Rail Transit (LRT) Jakarta fase 1B, infrastruktur air yang mencakup Bendungan Mbay dan Jragung, hingga September 2025.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, nilai kontrak baru itu didominasi dari proyek sumber daya air (SDA). Hal itu sejalan dengan program pemerintah yang fokus meningkatkan swasembada pangan, ketahanan energi, dan air.

“Baru-baru ini Waskita Karya dipercaya mengerjakan paket pekerjaan konstruksi Karian Dam-Serpong Conveyance System (KSCS) project package 1 senilai Rp 484,3 miliar. Sebelumnya, kami dipercaya pula mengerjakan Daerah Irigasi (DI) Komering Sub DI Lempuing fase 3 paket I di Sumatera Selatan dengan nilai Rp 318,54 miliar,” kata Ermy dalam keterangan resmi usai public expose di Jakarta, Selasa (4/11).

Sebagai BUMN konstruksi, kata Ermy, Waskita terus berupaya memajukan Indonesia melalui pembangunan infrastruktur. Dalam 10 tahun terakhir, Ermy menambahkan, pihaknya telah merampungkan ratusan proyek.

Baca Juga :   Pegadaian Cetak Laba Bersih Senilai Rp 8,34 T di 2025

“Waskita Karya meyakini, semakin banyak akses konektivitas dibangun, maka semakin cepat pula pemerataan kesejahteraan masyarakat terwujud. Itu karena, proyek jalan, jalur transportasi, dan jembatan tidak hanya memudahkan mobilitas manusia, arus logistik barang dan jasa, tapi juga mendorong peluang ekonomi baru,” ujar Ermy.

Dalam menghadapi tantangan ke depan, kata Ermy, Waskita melakukan 4 strategi peningkatan kinerja. Pertama meningkatkan pencapaian nilai kontrak baru melalui penetrasi ke pasar kementerian, lembaga, BUMN/BUMD, pemerintah daerah, dan swasta. Kedua, menaikkan kualitas mutu usaha sesuai standar yang disepakati. Ketiga, melakukan efisiensi biaya melalui lean construction, dan pemanfaatan teknologi building information modelling, dan kecerdasan buatan (AI).

“Peningkatan kapasitas dan kapabilitas human capital turut menjadi perhatian. Perseroan berkomitmen menyiapkan beragam program pengembangan dan sertifikasi kompetensi,” kata Ermy.

Leave a reply

Iconomics