WKI Perkuat Visi Jadi Mitra Terpercaya Bidang Infrastruktur dan EBT

0
11
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) memperkuat visinya untuk menjadi mitra terpercaya pada bidang infrastruktur, dan energi baru terbarukan (EBT). Visi itu menjadi landasan seluruh strategi transformasi perusahaan yang berjalan melalui 3 tahapan utama yakni pemulihan (perbaikan internal), reposisi (perluasan pangsa pasar), dan pertumbuhan berkelanjutan.

Plt. Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan, pihaknya tidak hanya mengejar pertumbuhan volume, tetapi juga kinerja yang sehat, dan bertanggung jawab. Untuk itu, seluruh proyek yang didapat harus memiliki kepastian penagihan, margin wajar, risiko terkendali, dan tidak berbenturan dengan kepentingan bisnis induk usaha.

Sebagai bagian dari penguatan portofolio, Bambang menyebutkan, WKI menjalankan 5 lini bisnis yang saling melengkapi. Kelima lini bisnis tersebut yakni pertama konstruksi, yang berupa pekerjaan sipil untuk sarana infrastruktur nasional, termasuk jalan tol, dan bendungan.

Kedua, pengelolaan alat berat untuk proyek konstruksi, dan pertambangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Ketiga, trading, atau penyediaan material dan pendukung konstruksi. Keempat, manufaktur yang meliputi pabrikasi baja, tower transmisi, modular keet, dan jembatan gantung. Kelima, investasi di bidang EBT.

Baca Juga :   PGN Siap Hentikan Ekspor Gas ke Singapura demi Domestik

“Dari sisi pengembangan pasar, kami pun terus memperkuat strategi dalam perolehan nilai kontrak baru (NKB). Pertumbuhan NKB naik signifikan dari tahun 2021 sampai 2025, realisasi perolehannya mencapai 100,07% dari target pada 2025,” kata Bambang dalam keterangan resminya pada Rabu (2/9).

Khusus untuk segmen konstruksi, kata Bambang, realisasi NKB yang tercapai sebesar 104,41% dari target. Kontrak baru didominasi dari pasar eksternal, yang mana hal itu mencerminkan penguatan daya saing WKI di pasar terbuka.

Masih soal konstruksi, Bambang menambahkan, WKI masih mengerjakan sejumlah proyek strategis seperti proyek perbaikan Tol Kayu Agung-Palembang, cetak sawah rakyat di Kabupaten Merauke. Kemudian, peningkatan Jalan R. Suprapto, dan Jalan Gajah Mada Batam, proyek pengaspalan Tol Palembang-Betung 1&2, pekerjaan tanah pembangunan Tol Bocimi seksi 3A dan 3B, serta pembangunan ramp off Tol Bocimi.

Selain itu, WKI turut berkontribusi atas rampungnya beberapa proyek seperti Tol Cimanggis-Cibitung, Tol IKN, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, pembangunan gedung Setpres, hingga Bendungan Rukoh.

Untuk segmen alat berat, Bambang menyebutkan, WKI telah mengelola 341 unit aset peralatan, dan akan mengelola kurang lebih sekitar 1.200 unit aset peralatan. Rencana itu akan terlaksana lewat pengalihan atau inbreng PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai induk usaha yang masih dalam status proses, atau belum efektif.

Baca Juga :   Pasca Holdingisasi Industri Pertahanan BUMN, Inilah Langkah Selanjutnya

Pada segmen trading, kata Bambang, WKI memiliki berbagai material yang secara umum digunakan pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia. Adapun material yang dimaksud yakni material agregat A dan agregat B, granular backfill, pasir, dan tanah merah.

Lalu untuk segmen manufaktur, WKI menyediakan pabrikasi baja yang berlokasi di Cikande. Pabrikasi itu melayani kebutuhan tower transmisi, pabirikasi baja, dukungan proyek, operasional, dan perawatan.

“Pada 2026, arah pengelolaan aset ini difokuskan pada optimalisasi alat dan fasilitas melalui penyewaan, pabrikasi, workshop , dan kerja sama. Tujuannya agar menghasilkan pendapatan berulang dan memperkuat arus kas perusahaan, maka WKI selalu siap mendukung infrastruktur negeri sebagai Mitra Infrastruktur,” tuturnya.

Terakhir, pada segmen investasi bidang energi, Bambang menyebutkan, WKI berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan portofolio EBT secara selektif. Termasuk pembangkit listrik tenaga air, dan solusi EBT lainnya.

Inisiatif tersebut, kata Bambang, dimulai dengan divestasi anak usaha yakni PT Waskita Sangir Energi pada 2025, yang kemudian dilanjutkan melalui PT Waskita Wado Energi. Upaya yang dijalankan perusahaan, Bambang mengatakan, sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan Indonesia di masa depan.

Baca Juga :   ID Food Kerahkan 16 Anggotanya Bantu Korban Bencana di Cianjur

“WKI akan melakukan pemulihan secara bertahap, harapan kami ke depan, agar WKI dapat tumbuh dengan cara yang sehat dan terukur serta berkelanjutan, ” katanya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics