Ambles ke Rp600 Jutaan, Sepanjang Tahun Ini Bitcoin Masih Cuan 61%
Ilustrasi
Salah satu faktor yang memicu kenaikan harga Bitcoin pada tahun ini adalah masuknya sejumlah inevstor kakap, seperti Tesla milik Elon Musk yang membeli Bitcoin senilai US$1,5 miliar pada Januari 2021 lalu. Tak hanya Tesla, perusahaan lain yang memborong Bitcoin adalah Square, Tudor Investment Corp, JP Morgan dan Microstrategy Inc.
Namun, pemilik Tesla, Elon Musk, melalui akun twitter baru-baru ini menyampaikan bahwa Tesla menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin karena alasan lingkungan.
“Tesla telah menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin. Kami prihatin dengan penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat pesat untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun,” tulis pesan yang diunggah Elon Musk di akun twitter-nya, yang dikutip Iconomics, Kamis (13/5).
Namun, di sisi lain, dalam pengumuman itu Tesla juga mengakui bahwa kripto adalah ide yang bagus di banyak tingkatan. “Kami percaya ini memiliki masa depan yang menjanjikan, tetapi ini tidak dapat merugikan lingkungan,” tulis Tesla dalam pengumumannya seperti yang dicuitkan Elon Musk.
Tesla juga melirik aset kripto lainnya yang dinilai lebih ramah lingkungan. Tidak disebutkan aset yang dimaksud, tetapi spekulasi berkembang Tesla akan menggunkan Dogecoin yang memang sudah sering disebutkan Elon Musk di akun twitter-nya. Dogecoin yang dianggap sebagai koin ‘micin’ ini pun sudah naik hingga mencapai level Rp10.430 pada 7 Mei lalu. Padahal harga aset digital degan kode DOGE ini pada akhir tahun 2020 lalu masih di level Rp60-an.
Halaman Berikutnya