Bitcoin Melesat ke Harga Tertinggi $118 Ribu, Reli Panjang di Depan Mata? 

0
95

Bitcoin melesat mencetak level harga tertinggi baru menembus $118.000 pada Jumat, 11/07. 

Kenaikan tajam tersebut turut memicu likuidasi posisi short di pasar derivatif terbesar sepanjang tahun ini dengan nilai total likuidasi lebih dari $1,13 miliar dalam 24 jam terakhir.   

Kenaikan harga Bitcoin tersebut juga mengangkat harga altcoin besar seperti ETH, DOGE, XRP, ADA, SUI, LINK, dan SOL yang rata-rata naik 5% lebih. Beberapa altcoin utama lainnya dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil seperti ALT, REZ, SAGA bahkan mengalami kenaikan 24 jam di sekitar 50%. 

Likuidasi terbesar terjadi pada Bitcoin futures sebesar $590 juta, diikuti ETH futures $241 juta, dengan dua platform exchange global menjadi tempat paling banyak terjadinya forced-close, masing-masing mencatat $461 juta dan $193 juta likuidasi. Diperkirakan sebanyak 237.000 trader terkena likuidasi akibat kenaikan lanjutan Bitcoin tersebut, dengan satu posisi short BTC-USDT terkena likuidasi terbesar senilai $88,5 juta. 

Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen bullish yang kuat, terbukti dari open interest Bitcoin futures yang naik $2 miliar hanya dalam 4 jam dan long-short ratio yang kini condong ke posisi long (52%).  

Fahmi Almuttaqin, Analyst Reku menilai likuidasi short seller yang terjadi merupakan sinyal klasik “short squeeze”, di mana reli harga semakin cepat karena tekanan beli paksa dari likuidasi posisi short yang terlalu padat.  

Baca Juga :   Reku Peroleh Pendanaan Seri A Senilai US$11 Juta

“Bagi investor kripto, momen ini menggarisbawahi pentingnya disiplin manajemen risiko dan tidak over-leverage atau menggunakan posisi leverage dengan tingkat yang terlalu tinggi, terutama saat tren bullish di pasar kripto masih cukup kuat, meskipun pada situasi dimana katalis positif jangka pendek dirasa minim,” ujarnya.

Fahmi mengatakan memiliki posisi di instrumen futures pada dasarnya digunakan untuk menyeimbangkan risiko seperti terhadap posisi yang dimiliki investor di pasar spot.

Namun, banyak trader memanfaatkan pasar futures untuk lebih mengoptimalkan keuntungan dengan berspekulasi terhadap potensi pergerakan pasar. Hal ini membuat pasar futures dapat menjadi indikator sentimen pasar untuk memprediksi potensi arah pasar ke depan.

“Lonjakan open interest dan perpindahan sentimen ke posisi long bisa membuka peluang kenaikan harga lanjutan dalam jangka pendek, tetapi volatilitas ekstrem tetap harus diantisipasi, karena reli berbasis likuidasi sering diikuti oleh fase konsolidasi atau retrace setelah euforia mereda,” tambah Fahmi. 

Selain itu, posisi The Fed untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga yang ada saat ini pada pertemuan FOMC berikutnya juga terbilang masih relatif cukup kuat, hal ini mengingat belum adanya sinyal dari para pejabat The Fed termasuk Jerome Powell terhadap langkah  penurunan suku bunga di bulan Juli ini. Perkembangan data ekonomi AS masih akan menjadi faktor penentu berlanjutnya reli yang ada, khususnya dalam jangka pendek. 

Baca Juga :   Ghozali Viral, Ketua Aspakrindo: Angin Segar Perkembangan Pasar NFT

“Terlepas dari potensi ketidakpastian yang ada, Bitcoin telah menunjukkan kekuatan permintaan yang sangat tinggi. Tren adopsi institusi seperti melalui strategi Bitcoin treasury serta semakin diliriknya Bitcoin oleh para investor di pasar modal Amerika Serikat disinyalir menjadi faktor-faktor di balik peningkatan permintaan yang terjadi, selain juga permintaan dari para whale dan miner Bitcoin yang telah mengakumulasi selama bertahun-tahun yang terlihat tidak melemah. Faktor-faktor tersebut berpotensi memperkuat level harga Bitcoin dalam setiap potensi fluktuasi ke depan, yang juga dapat mendukung potensi reli lanjutan apabila likuiditas semakin meningkat,” imbuh Fahmi.

Dari sektor Altcoin, sentimen ETF yang berpotensi dapat berkembang pada kuartal IV seiring dengan keterlibatan dan dukungan presiden Trump membuat aset-aset kripto selain Bitcoin tidak kalah menariknya. Koreksi harga yang terjadi dalam beberapa bulan kebelakang yang telah menempatkan mayoritas altcoin berada pada tingkat valuasi yang cukup rendah relatif terhadap level harga historisnya, dapat turut membuat daya tarik altcoin semakin meningkat. 

Untuk lebih menyeimbangkan risiko atau mengoptimalkan keuntungan dari fluktuasi harga Bitcoin ini, investor dapat memanfaatkan fitur Futures dengan tingkat leverage yang wajar dengan menggunakan platform terpercaya yang memiliki kredibilitas tinggi terhadap harga pasar yang digunakan. 

Baca Juga :   OJK Menjamin Peralihan Pengaturan dan Pengawasan Aset Kripto Tidak Menimbulkan Guncangan

“Saat ini, Futures di Indonesia juga sudah diatur secara legal sejak Februari lalu. Sehingga, fitur ini memungkinkan traders kripto di Indonesia untuk memaksimalkan potensi pasar dengan modal kecil secara aman di exchange yang berizin. Seperti di Reku yang menawarkan fitur Futures dengan leverage hingga 25x, yang terbilang merupakan tingkat leverage yang relatif terjaga namun tetap dapat menawarkan potensi keuntungan yang menarik. Selain itu, Reku Futures juga telah dilengkapi dengan sistem manajemen risiko yang mumpuni melalui Stop Loss dan Take Profit. Sehingga pengguna dapat secara fleksibel mengelola risiko berdasarkan tujuan investasi dan profil masing-masing,” kata Fahmi. 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics