BRI Finance: Pembiayaan Alat Berat Naik 33% hingga Maret 2026
Ilustrasi kantor BRI Finance/Dok. BRI Finance
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatat pembiayaan alat berat tumbuh signifikan hingga Maret 2026.
Hingga akhir Maret 2026, pembiayaan alat berat BRI Finance tumbuh sebesar 33,26% secara tahunan (year-on-year/yoy). BRI Finance menyebut pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan untuk sektor produktif, khususnya alat berat, masih tetap terjaga seiring aktivitas operasional dan ekspansi sejumlah pelaku usaha di berbagai sektor industri.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa kondisi penurunan average selling price (ASP) batubara hingga saat ini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kualitas maupun pertumbuhan portofolio pembiayaan alat berat perseroan.
“Di tengah dinamika industri pertambangan saat ini, permintaan pembiayaan alat berat masih menunjukkan tren yang cukup baik. Kami melihat kebutuhan pelaku usaha terhadap alat berat tetap ada, baik untuk mendukung operasional maupun pengembangan bisnis,” ujar Dhani.
“Kami tetap fokus pada pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan manajemen risiko, monitoring portofolio secara berkala, serta selektivitas dalam penyaluran pembiayaan terus menjadi prioritas kami, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap fluktuasi harga komoditas,” tambah Dhani.
Dari sisi komposisi bisnis, segmen pembiayaan alat berat memberikan kontribusi sebesar 17,8% terhadap total portofolio pembiayaan BRI Finance hingga kuartal I 2026.