East Ventures Beri Pendanaan Sxored untuk Pengembangan AI dan ML Dokumen Kredit

0
66

Sxored, startup teknologi yang menyediakan ekstraksi dokumen secara cerdas dan analisis dokumen kredit bertenaga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telah mendapatkan pendanaan dari East Ventures.

Pendanaan ini akan digunakan untuk mempercepat pengembangan produk dan memperdalam integrasi solusi AI dan machine learning (ML). 

“Kebanyakan pemberi pinjaman di Indonesia masih memverifikasi dokumen secara manual dengan meninjau file PDF satu per satu dan berharap tidak ada yang terlewat. Kami membangun Sxored untuk menghilangkan ketidakpastian tersebut. Dengan sistem kami, bank, fintech, bahkan VC dan auditor dapat melakukan underwriting lebih cepat, mendeteksi penipuan dengan lebih akurat, dan melayani lebih banyak nasabah dengan risiko yang lebih rendah,” kata Cyrill James Hardie, Co-Founder & Chief Executive Officer Sxored dalam keterangan resminya.

“Kami percaya pada misi Sxored untuk memodernkan infrastruktur pemberian pinjaman dan meningkatkan manajemen risiko. Platform berbasis AI mereka memiliki posisi yang kuat untuk membantu menyelesaikan permasalahan mendasar dalam layanan keuangan. Kami antusias untuk terus mendukung pertumbuhan mereka seiring dengan upaya mereka dalam melakukan ekspansi,” kata Wesley Tay, Principal East Ventures.

Baca Juga :   Untuk Pengembangan Pusat Belanja di Dumai, KB Bank Salurkan Fasilitas Kredit Rp80

Dengan pendanaan ini, Sxored akan fokus mempercepat pengembangan model AI dan ML miliknya, termasuk kemampuan untuk memproses format dokumen tanpa templat. Selain itu, Sxored akan memperluas platformnya untuk mendukung pelaporan keuangan simulatif dan pengambilan data yang lebih banyak, serta meningkatkan skala pelayanannya agar dapat menjangkau lebih banyak segmen klien dan berbagai kasus penggunaan di sektor keuangan.

Sebagaimana diketahui, [asar pinjaman dana di Indonesia terus menunjukkan momentum yang kuat dengan total pinjaman yang disalurkan pada tahun lalu mencapai lebih dari Rp170 triliun. Didukung oleh proyeksi Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk sebesar 11–13%, Indonesia memperkuat statusnya sebagai pusat pinjaman dana teratas di Asia Tenggara baik secara digital maupun offline. Namun, industri pinjaman dana menghadapi tantangan yang signifikan, termasuk meningkatnya penipuan kredit dan biaya operasional yang tinggi karena pemrosesan data yang masih manual dan siklus pengambilan keputusan yang lambat.

Sxored membidik peluang tersebut dengan menghadirkan solusi terpadu untuk para pemberi pinjaman dengan menggabungkan Optical Character Recognition (OCR) untuk mengotomatiskan dan meningkatkan pemrosesan dokumen kredit. Sxored juga memiliki Asisten AI Sxored menghasilkan ringkasan informasi peminjam dan mendukung penilaian agunan properti yang cepat, termasuk penilaian harga pasar dan pemetaan aset di sekitarnya.

Leave a reply

Iconomics