Hari Pertama di Bursa, Harga Saham Hatten Bali Tbk (WINE) Dibuka Menguat 31,78%

0
408

PT Hatten Bali Tbk dengan kode saham WINE resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (10/1), setelah melepaskan 678 juta lembar saham kepada publik.

Emiten distributor anggur (wine) buatan anak usahanya sendiri ini, mendapatkan dana sebesar Rp87,46 miliar dari penawaran umum perdana sahamnya di BEI.

Pada hari pertama debutnya di lantai Bursa, harga saham WINE dibuka di level Rp170 per saham, naik 31,78% dari harga penawaran yaitu Rp129 per saham. Mengutip RTI, per pukul 09.30 WIB, harga saham WINE bertengger di level Rp174 per saham atau naik 34,88%. Harga sahamnya bergerak pada kisaran Rp147 hingga Rp174 per saham, dengan volume transaksi 169,77 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp27,35 miliar.

PT Hatten Bali Tbk merupakan perusahaan distribusi minuman beralkohol khususnya wine. Produk yang dipasarkan Perseroan merupakan produk yang dihasilkan oleh anak usahanya sendiri yaitu PT Arpan Bali Utama.

Dalam sambutannya pada seremoni pencatatan perdana saham, Ida Bagus Rai Budarasa, Presiden Direktur PT Hatten Bali Tbk mengatakan industri wine di Indonesia adalah industri yang masih baru. Perseroan sendiri merupakan pelopor industri wine di Tanah Air.

Baca Juga :   Menawarkan Kemasan Ramah Lingkungan, Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) Resmi Melantai di Bursa

Ia mengatakan di Eropa, seperti Prancis, Italia dan juga di Spanyol, industri wine sudah berkembang bahkan sejak 6.000 tahun sebelum masehi. Pada tahun 1600-1800, industri wine berkembang ke luar Eropa seperti Amerika, Selandia Baru dan Australia. Di Asia sendiri wine baru kembang pada tahun 1990-an di Thailand, India, China dan Indonesia.

“Jadi, wine ini termasuk masih muda. Tetapi saya yakin kedepannya, kalau kita mengacu ke negara-negara lain dimana perkembangan wine juga semakin besar, seperti Australia misalnya, dengan ratusan tahun mereka menjadi lima besar indutsri di Australia. Makanya kami yakin, apalagi dengan setelah listing-nya kami di sini, jadi ada kesempatan, ada alternatif sumber pendanaan, kami yakin perusahaan kami akan berkembang,” ujar Budarasa.

Menilik ke belakang, usaha produksi wine Perseroan dimulai pada tahun 1994 yaitu memproduksi anggur putih atau rose. Bahan baku saat itu diperoleh dari petani anggur di Bali.

Tahun 1996, PT Arapan Bali Utama resmi berdiri. Kemudian, karena ada aturan dari pemerintah bahwa dari pabrik tidak boleh langsung menjual ke konsumen untuk miniuman beralkohol, maka tahun 2000 dibentuklah PT Hatten Bali sebagai distributor.

Baca Juga :   Resmi Jadi Penghuni BEI, Saham ITSEC Asia Tbk (CYBR) Sentuh ARA

Ekspansi terus dilakukan. Karena konsumsi wine impor cukup tinggi di Indonesia, tahun 2007 PT Arapan Bali meluncurkan brand Two Island yang merupakan wine dengan bahan baku yang diimpor dari Australia. Budarasa mengatakan tidak semua varietas anggur bisa ditanam di Bali. Karena itu, untuk varietas yang tidak bisa ditanam di Bali, diimpor dari Australia.

Saat ini, Perseroan memiliki empat brand yaitu Hatten, Two Island, Two Island Reserve dan Dragonfly. Hatten merupakan produk wine dengan bahan baku anggur dari Bali baik dari kebun Perseroan sendiri maupun dari petani. Sedangkan Two Island, Two Island Reserve dan Dragonfly adalah wine yang diproduksi dari bahan baku anggur yang diimpor dari Australia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics