Laba Antam Naik Melesat di Semester I-2025 yang Ditopang Nikel dan Logam Mulia
Pengolahan di Antam/Dok. Antam
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja yang kinclong di semester pertama tahun 2025. Laba bersih Antam sebesar Rp5,14 triliun sepanjang Januari-Juni 2025. Laba tersebut tumbuh 240% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.
Pertumbuhan laba terutama ditopang oleh kontribusi signifikan dari segmen nikel serta logam mulia dan pemurnian. Laba segmen nikel melesat menjadi Rp3,53 triliun dari sebelumnya Rp148,10 miliar pada semester I-2024, sekaligus melampaui laba segmen logam mulia dan pemurnian yang mencapai Rp3,23 triliun.
“Kinerja positif Antam mencerminkan efektivitas strategi efisiensi, dorongan inovasi, dan pengoptimalan komoditas inti, yaitu emas, nikel, serta bauksit untuk memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Arianto Sabtonugroho Rudjito dalam keterangannya.
Antam menyebut penjualan komoditas nikel (feronikel dan bijih nikel) naik 125% menjadi Rp7,87 triliun dibandingkan Rp3,50 triliun pada semester I-2024. Produksi bijih nikel melonjak 117% menjadi 9,10 juta wet metric ton (wmt), dengan volume penjualan meningkat 144% menjadi 8,20 juta wmt.
Selain nikel, emas tetap menjadi Pilar utama penjualan Antam. Pada semester I-2025, penjualan emas mencapai Rp49,54 triliun atau 84% dari total penjualan Perusahaan, tumbuh 163% dari Rp18,83 triliun pada semester I tahun 2024. Volume penjualan emas juga meningkat 84% menjadi 29.305 kg.