Laba Bersih Bank Raya Tumbuh 84% di Kuartal I-2025

0
67

PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) membukukan Laba Bersih sebesar Rp16,92 miliar di kuartal I tahun 2025. Laba tersebut mengalami kenaikan 84,7% secara tahunan (yoy).

Bank Raya menyampaikan pertumbuhan laba ini ditopang dari peningkatan Pendapatan Bunga sebesar 12,6% (yoy) menjadi Rp286,93 miliar dengan driver adalah Pendapatan Bunga Kredit yang tumbuh 17,35% (yoy) menjadi Rp203,98 miliar. Pencapaian Laba Bersih ini juga mencerminkan prospek kinerja perusahaan ke depan yang akan terus membaik, ditopang oleh kinerja yang solid melalui ekspansi bisnis digital berkualitas dengan fokus kepada produk yang menjadi product champion Bank Raya, perbaikan kualitas aset, serta perbaikan proses bisnis yang mendorong efisiensi.

Pada Kuartal I tahun 2025, Bank Raya berhasil mencatatkan pertumbuhan positif untuk Total Aset Bank Raya menjadi sebesar Rp13,35 triliun atau tumbuh 9% (yoy). Pertumbuhan Total Aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Total Kredit sebesar 8,7% (yoy) atau mencapai Rp7,34 triliun. Komitmen Bank Raya untuk terus memperkuat bisnis digital juga ditunjukkan dengan pertumbuhan signifikan outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 78,5% (yoy) mencapai Rp2,36 trilliun.

Baca Juga :   Sah, BRI Jadi Induk Holding Ultra Mikro

“Peningkatan Kredit Digital hingga Kuartal I/2025 merefleksikan komitmen Bank Raya dalam bertumbuh eksponensial. Kami juga melihat pertumbuhan bisnis  digital yang baik, tercermin dari penyaluran kredit digital selama Kuartal I/2025 yang mencapai Rp6,3 triliun atau tumbuh 63,9% (yoy) dan transaksi Raya App yang meningkat 57,1% (yoy) yang mencapai 1,1 juta transaksi,” kata Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya dalam keterangannya.

Pencapaian kinerja Bank Raya yang terus bertumbuh tercermin dari rasio profitabilitas Bank Raya yang terus menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari perbaikan rasio NIM pada Kuartal I tahun 2025 yang meningkat 58bps menjadi sebesar 4,87% dari sebelumnya 4,29%.  Pertumbuhan yang sama juga tercatat pada imbal hasil aset serta ekuitas yang masing-masing meningkat double dari tahun sebelumnya. Imbal hasil aset atau Return on Asset (ROA) mengalami peningkatan 22bps menjadi sebesar 0,52% dari 0,30% pada Kuartal 1/2024. Selanjutnya, imbal hasil ekuitas atau Return on Equity (ROE) meningkat 97bps menjadi sebesar 2,11% dari 1,14% pada  Kuartal I tahun 2024.

Baca Juga :   Biar Darurat Tak Berat, Bank Raya Sediakan Layanan Saku Jaga Optimal

Perseroan juga berhasil menjaga rasio likuiditas pada level yang aman dimana rasio LDR tercatat 87,78%, serta rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 351,18% dan rasio Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 153,44% diatas ketentuan minimum sebesar 100%. Selain itu dari sisi permodalan, Perseroan masih memiliki modal yang kuat terlihat dari rasio Total CAR sebesar 41,04% dan rasio Tier 1 CAR sebesar 40,25% yang akan mendukung ekspansi pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics