Pendapatan Barito Pacific Meroket di Tahun 2025
PT Barito Pacific Tbk. membukukan Pendapatan pada tahun 2025 dengan pertumbuhan yang signifikan. Pendapatan Perseroan meningkat signifikan menjadi US$7,631 juta atau naik 220% secara tahunan.
Demikian halnya dengan laba bersih setelah pajaknya. Perseroan mencatat laba bersih setelah pajak sebesar US$1,616 juta.
Kinerja ini didorong oleh keberhasilan integrasi Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE) yang semakin memperkuat pendapatan serta posisi di regional, serta kontribusi dari Barito Renewables yang didukung oleh peningkatan kapasitas, peningkatan output, dan penghematan biaya yang berkelanjutan.
“Kami dengan bangga melaporkan kinerja yang kuat sepanjang tahun buku 2025, yang menegaskan keberlanjutan perjalanan transformasi dan pertumbuhan Barito Pacific. Pencapaian ini mencerminkan keunggulan dari terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur, yang didukung pula oleh eksekusi yang disiplin, operasional yang tangguh, serta posisi keuangan yang solid,” kata Direktur Utama Barito Pacific, Agus Pangestu dalam keterangannya.
Menurut Agus, sepanjang tahun, pihaknya terus melaksanakan rencana-rencana strategis yang menjadi prioritas, termasuk ekspansi ke kawasan regional, integrasi lebih jauh di sektor kimia, serta penguatan di portofolio energi terbarukan. Upaya tersebut turut dilengkapi dengan berbagai inisiatif berkelanjutan di bidang infrastruktur dan optimalisasi struktur permodalan, sehingga meningkatkan ketahanan di tengah dinamika kondisi pasar.
Manajemen Perseroan mencatat beberapa pencapaian strategis di seluruh portofolio. Di sektor kimia hilir, Grup memperkuat posisinya melalui akuisisi Chevron Phillips Singapore Chemicals—yang kini telah berganti nama menjadi Aster Polymer Solutions (APS), dengan fasilitas HDPE berkapasitas 400 KTA yang langsung memberikan nilai tambah dan memperluas jaringan pemasaran Grup kami di di Asia Tenggara, Tiongkok, dan Australia. Selain itu, pembangunan pabrik CA-EDC di Cilegon telah melampaui 50% penyelesaian, menandai tonggak penting menuju kemandirian industri kimia Indonesia, dan tetap berjalan sesuai rencana dengan target mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027.
Grup juga terus memperkuat kapabilitas infrastruktur dan logistik melalui ekspansi portofolio CDI Group, sementara Barito Renewables mencatat pencapaian operasional yang signifikan, termasuk penyelesaian retrofit dan binary Salak (24,3MW) serta kemajuan berkelanjutan pada retrofit Wayang Windu, yang akan mendukung langkah menuju kapasitas geothermal lebih dari 1GW pada akhir 2026.