Raup Dana Hampir Rp11 Triliun, BEI Sebut IPO Amman Mineral Terbesar Tahun Ini

0
443

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/7). Perusahaan tambang emas dan tembaga ini melepaskan 6,3 miliar saham kepada publik atau 8,8% dari modal ditempatkan dan disetor.

Dengan harga nominal Rp125 per saham dan harga penawaran perdana Rp1.695 per saham, pemilik tambang Batu Hijau di Nusa Tenggara Barat ini meraup dana Rp10,72 triliun dari penawaran umum perdana saham atau IPO ini.

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna mengatakan nilai proceeds (hasil) Amman Mineral merupakan yang tertinggi di antara perusahaan yang tercatat di BEI pada tahun 2023 ini.

“Perseroan mendapatkan proceeds hampir Rp11 triliun dengan kontribusi market capitalization lebih dari Rp122 triliun di Bursa Efek Indonesia,” ujar Yetna di Main Hall BEI, Jumat (7/7).

Pada hari pertama debutnya di lantai Bursa, saham emiten dengan kode saham AMMN ini dibuka di level Rp1.745 per saham atau menguat 2,9% dari harga perdana.

Baca Juga :   AMMAN: Izin Ekspor Konsentrat Tembaga AMNT Berlaku Mulai 24 Juli 2023 hingga 31 Mei 2024

Alexander Ramlie, Direktur Utama Amman Mineral menjelaskan Amman adalah perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau dan proyek Elang di Provinsi NTB.

Amman mengakusisi Batu Hijau dan Elang pada tahun 2016. “Sebelum akusisi tambang Batu Hijau dinilai sudah tidak ekonomis dan akan segera ditutup. Sejak akuisisi Amman mengubah cara beropersi sehingga jauh lebih efisien dan produktif,” ujar Alex.

Perbaikan ini, tambahnya, bisa tercapai karena “budaya Amman yang tidak cepat puas, menantang diri untuk jadi lebih baik.”

“Tentunya perjalanan kami tidak selalu mulus. Ada banyak tantangan. Tetapi, kami tidak cepat putus asa,” ujar Alex.

Siapa Pemilik Amman Mineral?

Selama ini Amman Mineral diasosiasikan dengan Grup Medco, perusahaan energi milik Arifin Panigoro. Namun, prospektus IPO mengungkapkan ternyata Amman Mineral dimiliki oleh sejumlah pihak, bahkan ditengarai Grup Salim juga menjadi bagian di dalamnya.

Berikut adalah pemilik saham Amman Mineral saat ini berdasarkan prospektus:

PT Sumber Gemilang Persada: 35,58%
PT Medco Energi Internasional Tbk. : 23,13%
PT AP Investment :17,08%
PT Alpha Investasi Mandiri :7,86%
PT Pesona Sukses Cemerlang: 7,21%
PT Sumber Mineral Citra Nusantara: 5,12%
PT Medco Services Indonesia: 4,02%

Baca Juga :   Amman Ungkap Progres Pembangunan Smelter Tembaga Hingga Januari 2023

Siapa Dibalik Sumber Gemilang Persada?

Mengutip prospektus, PT Sumber Gemilang Persada merupakan pemegang saham baru Amman Mineral yang masuk setelah akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT) efektif dilakukan. Akuisisi PT NNT pada tahun 2016 oleh Amman Mineral merupakan inisiasi yang dilakukan oleh Agoes Projosasmito.

PT Sumber Gemilang Persada yang berkantor di Plaza Sentral Lantai 2, Jalan Jenderal Sudirman, resmi berdiri pada tahun 2017. Perusahaan ini memiliki susunan pengurus sebagai berikut:

Komisaris: Husein Susilo Tjioe
Direktur: Agoes Projosasmito
Direktur : Denny Susanto Halim

Husein Susilo Tjioe diketahui pernah menjadi Direktur di PT Mentari Subur Abadi (PT MSA), perusahaan yang saat ini 80% sahamnya dimiliki oleh PT Salim Ivomas Tbk, perusahaan sawit milik Grup Salim.

Sementara itu, Agoes Projosasmito merupakan sosok yang memiliki kedekatan dengan Grup Salim dan Grup Bakrie. Setelah menjadi Wakil Presiden Direktur di PT Amman Mineral Nusa Tenggara, saat ini Agoes Projosasmito merupakan Direktur Utama PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). BRMS merupakan anak perusahaan PT Bumi Resources Tbk, perusahaan tambang batubara yang kini dikendalikan oleh Grup Bakrie dan Grup Salim.

Baca Juga :   Bakal Melantai Besok di BEI, Dirut AMMN Berharap Dukungan Pelaku Pasar Tetap Positif

 

Leave a reply

Iconomics