Grup Pupuk Indonesia Nikmati Buah Manis dari Sentralisasi Pemasaran

0
291
Reporter: Maria Alexandra Fedho

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyatakan sentralisasi pemasaran yang dilakukan perusahaan terbukti berhasil meningkatkan kinerja perusahaan. Sentralisasi pemasaran ini sebagai bagian dari transformasi bisnis di Pupuk Indonesia yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir.

Sentralisasi ini semakin memperkuat kemampuan Pupuk Indonesia beserta anak perusahaannya dalam melayani dan mengamankan pasokan pupuk dalam negeri, khususnya pupuk bersubsidi maupun non subsidi.

Sentralisasi ini juga berhasil meningkatkan penetrasi pasar, baik dalam dan luar negeri untuk produk-produk komersil perusahaan yang berupa pupuk maupun non pupuk dan mengoptimalkan pendapatan perusahaan dari sektor tersebut.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman menjelaskan bahwa setelah perusahaan melakukan sentralisasi pemasaran di tahun 2021, terjadi peningkatan signifikan terhadap kinerja perusahaan.

“Kami masih menunggu hasil audit, namun pendapatan dan laba perusahaan Alhamdulillah meningkat secara signifikan, dimana pada tahun 2022, kami berhasil mencapai pendapatan sekitar Rp103 triliun dengan laba kurang lebih Rp19 triliun (unaudited), di mana 65% pendapatan berasal dari produk komersil dan non pupuk. Dengan sentralisasi pemasaran ini, kami bisa mengoptimalkan penjualan perusahaan ke sektor komersil, terutama untuk penjualan amoniak dan urea baik itu dari segi tonase maupun mengoptimalkan harga jual,” kata Bakir dalam keterangan resminya.

Baca Juga :   Inilah Profil Dirut Krakatau Steel Purwono Widodo

Penjualan pupuk ke sektor non subsidi, khususnya ke konsumen retail dan korporasi, di tahun 2022 mencapai 4,08 juta ton atau 101% dari target dan penjualan produk non pupuk mencapai 1,45 juta ton atau 130% dari target.

“Perlu kami tekankan bahwa hal ini bisa kami lakukan dengan tetap memprioritaskan pasokan dalam negeri, baik kebutuhan pupuk bersubsidi maupun pupuk non subsidi atau produk-produk komersil,” kata Bakir.

Melalui sentralisasi ini pula Pupuk Indonesia mengembangkan program 1000 kios pupuk untuk produk komersil dan non subsidi untuk mempermudah akses petani terhadap produk-produk Pupuk Indonesia Grup.

“Kami berharap dengan program kios komersil Toko Pe-I, petani dan konsumen lainnya dapat lebih mudah mencari produk kami. Target kami saat ini adalah pembangunan 1000 kios dan nantinya kami ingin agar Toko Pe-I ini bisa ada di semua kecamatan sehingga tidak ada lagi keluhan kesulitan mencari pupuk,” lanjutnya.

Sentralisasi pemasaran juga menghilangkan kompetisi antar anak perusahaan yang selama ini saling bersaing. Sentralisasi juga dapat mengurangi biaya distribusi dan mengoptimalkan kecepatan distribusi produk.

Baca Juga :   Maruli Simanjuntak Diangkat Jadi Komisaris Utama Pindad Gantikan Dudung, Jaleswari Pramordhawardani Dicopot

“Selain itu, juga meningkatkan daya tawar untuk sektor korporasi dan pelanggan luar negeri sehingga kita dapat memperoleh harga jual yang baik,” kata Bakir.

Fungsi pemasaran, promosi dan penetrasi pasar baik dalam dan luar negeri juga diambil alih oleh holding sehingga anak-anak perusahaan dapat fokus dan berkinerja optimal sebagai unit-unit produksi yang efisien.

“Jadi kini holding yang bergerak mencari pasar dan pelanggan, melakukan kegiatan marketing termasuk dengan membuka kantor luar negeri Dubai,” tambah Bakir.

Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Darmin Nasution juga menjelaskan bahwa Sentralisasi di Pupuk Indonesia sudah berjalan hampir 2,5 tahun, di mana fungsi holding yang sebelumnya telah berubah menjadi activist holding.

Darmin menilai sentralisasi yang dilaksanakan telah sejalan dengan masterplan perusahaan yang diamanatkan oleh Pemegang Saham. Sentralisasi telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Pupuk Indonesia sebagai perusahaan nasional, tidak hanya bertujuan memberikan solusi pertanian dan nutrisi tanaman, namun sentralisasi juga telah mendorong transformasi perusahaan dalam rangka restrukturisasi subsidi industri pupuk.

Baca Juga :   Skema Danantara Dipertanyakan karena Berbeda Fungsi dengan Kementerian BUMN

“Dalam implementasi sentralisasi, salah satu fungsi yang dioptimalisasi adalah pemasaran dan pengadaan, dimana holding mengambil peranan dalam pelaksanaan operasional perusahaan. Hal ini berdampak kepada peningkatan kinerja perusahaan khususnya kinerja penjualan retail dan komersil di tahun 2022,” kata Darmin.

Anak-anak perusahaan dapat fokus menjalankan fungsi sebagai produsen karena fungsi marketing sudah dilakukan oleh holding. Saat ini, Pupuk Indonesia sebagai holding mempunyai lima anak perusahaan yang bergerak sebagai produsen pupuk, yaitu PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Kujang Cikampek, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dan PT Pupuk Iskandar Muda.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics