Jualan Jangan Ragu, Gaspol Sampai Maju
Kopdar Sales 2025/Dok. MCorp
Dunia penjualan tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari ketidakpastian pasar, perubahan perilaku konsumen, hingga keterbatasan tenaga sales dalam membangun koneksi yang efektif. Menjawab kebutuhan tersebut, MarkPlus Institute melalui MarkPlus Sales Academy (MSA) menghadirkan KOPDAR SALES 2025, forum yang dirancang sebagai wadah learning, networking, dan selling dalam satu ruang interaksi inspiratif.
Salah satu elemen ikonik KOPDAR SALES 2025 adalah Piala Ayam Jago dalam Sales Leader Award of The Year (SLAY) 2025. Ayam jago dipilih karena merepresentasikan nilai keberanian, kekuatan, dan kebangkitan. Simbolisme ini tercermin dan melekat dalam berbagai budaya seperti batik Jawa, lambang Prancis, hingga simbol peralatan rumah tangga yang bermakna positif di dalamnya.
Sosoknya identik dengan keberanian dan ketegasan, terbukti dari sifatnya yang tidak gentar dan kokoknya yang lantang sebagai suara kebenaran. Ia juga mencerminkan kepemimpinan, sebagai pemimpin kawanan yang tegas dan bertanggung jawab. Kokoknya di pagi hari menjadi lambang kebangkitan dan kewaspadaan, mengingatkan sales untuk selalu siap menghadapi dinamika pasar. Sifat pantang menyerah terlihat dari semangat ayam jago yang terus bangkit meski menghadapi rintangan, sementara rutinitasnya yang rajin bangun pagi dan bekerja tanpa henti menjadi teladan akan produktivitas.
Makna filosofi ayam jago menjadi bingkai penghargaan Sales Leader Award of The Year (SLAY) 2025, yang diberikan kepada individu maupun perusahaan dengan pencapaian terbaik di bidang penjualan. Lebih dari sekadar penghargaan, SLAY merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kontribusi para sales leader dalam mendorong pertumbuhan bisnis serta menginspirasi komunitas sales di Indonesia.
Marthani, Chief Operating Officer MarkPlus Institute, dalam pemaparannya menyoroti Jurus Jitu Jualan di era digital AI dan menjelaskan bahwa “Sales di era digital AI bukan hanya soal teknik menjual, tapi soal attitude pantang menyerah. Tenaga penjual harus berani bermimpi besar dan menetapkan target yang jelas.”
Rangkaian sesi materi juga menghadirkan inspirasi praktis dari para praktisi. Dari perspektif industri layanan publik, Irene Putri, VP Commercial & Marketing Strategy PAM Jaya, menekankan pentingnya pendekatan yang berorientasi pada pelanggan untuk membangun kepercayaan dan menghadirkan keberhasilan berkelanjutan. Ia menjelaskan, “Setiap proyek yang dijalankan menjadi langkah nyata PAM Jaya menuju pelayanan prima dan solusi air bersih yang inovatif bagi seluruh warga Jakarta,” ujarnya.
Sementara itu, transformasi digital dalam dunia penjualan juga menjadi sorotan utama. Yudistira Adi Nugroho, Agency Business Lead Google Indonesia, mengungkapkan, “AI membuat kita bisa tampil lebih tajam di depan klien karena menghadirkan insight yang relevan dan solusi yang terpersonalisasi. Dengan teknologi ini, presentasi jadi lebih meyakinkan, jualan makin sakti, dan peluang menang pitch pun semakin besar.”
Dari sektor otomotif, Bambang Widjanarko, Chief Operating Officer Astra UD Trucks, menegaskan bahwa, “Dalam bisnis selalu ada infinity looping antara sales dan after-sales. Sentuh hati pelanggan bukan hanya saat menjual produk, tapi justru lewat pelayanan purna jual yang konsisten dan berkelanjutan. Dari situlah kepercayaan dibangun, sekaligus menjadi diferensiasi utama untuk menjawab kebutuhan pelanggan.”
Bunga Sugiarto, Regional Sales Director Salesforce, menekankan strategi baru mencari prospek berkualitas dengan fokus pada decision maker dan tiga why (why change, why buy, dan why now) untuk memastikan prospek benar-benar potensial. Muhammad Jupaka, Serialpreneur, mengingatkan bahwa storyselling bukan sekadar konten viral, melainkan narasi yang sesuai tahap brand dengan elemen problem–solution, call to action, data, serta keselarasan DNA brand agar efektif membentuk perilaku konsumen. Sementara itu, Baby Antonetha, CEO Warna Emas Indonesia, membagikan jurus 1 menit, 1 hook, 1 closing di era konten viral, sekaligus menegaskan bahwa konten autentik lebih dipercaya audiens dibandingkan iklan konvensional.
Dalam rangkaian acara, MarkPlus Institute juga meluncurkan buku terbaru Jurus Jitu Jualan: Makin Sakti dengan AI hasil kolaborasi dengan Penerbit Erlangga. Buku ini menghadirkan panduan praktis yang diadopsi dari seni bela diri Jiu Jitsu bagi tenaga sales untuk meningkatkan strategi penjualan di era digital dengan kecerdasan buatan, sehingga relevan dan dapat menjadi referensi berharga bagi sales di seluruh Indonesia dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompleks.
Sesi puncak oleh Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, membawakan tema “Impactful Networking for Sales Success” dengan menjelaskan bahwa jurus jitu penjualan di era kini bukan hanya soal teknik, melainkan seni memahami pelanggan. Menurutnya, sales yang kuat bukan sekadar memaksa transaksi, melainkan berani mengarahkan percakapan, menciptakan nilai, dan membangun kedekatan yang serta kepercayaan jangka panjang.
Dengan rangkaian sesi inspiratif, peluncuran buku, filosofi ayam jago yang sarat makna, serta penghargaan SLAY dan KOPDAR SALES 2025 hadir bukan hanya sebagai ajang pertemuan, tetapi juga gerakan untuk membangkitkan semangat baru sales Indonesia agar semakin adaptif, berdaya saing, dan siap mencetak prestasi di tengah tantangan pasar yang terus berubah. (**)