Kongsi Astra Property dan Sinarmas Land akan Segera Luncurkan Proyek Altea BLVD Cibubur

0
180

PT Ruby Karya Sejahtera, perusahaan patungan antara PT Astra Land Indonesia dan anak usaha Sinarmas Land, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) akan segera meluncurkan proyek Altea BLVD, kota mandiri di kawasan Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Nilawati Irjani, Direktur Utama Astra Property mengatakan saat ini sedang mempersiapkan peluncuran hunian seluas 75 hektar itu.

“Rencana kita akan launching tahun ini. Mungkin di sekitar November,” ujar Nilawati dalam acara “Astra Media Day” di Menara Astra, Jakarta, Kamis (19/9).

PT Astra Land Indonesia merupakan perusahaan patungan antara Astra Property dan Hongkong Land.

Nilawati mengatakan Altea BLVD memiliki beberapa keunggulan. Dari sisi lokasi, pintu gerbang Altea BLVD berada tak jauh dari Exit Tol Jatikarya 2.

Berdasarkan keterangan perusahaan sebelumnya, Altea BLVD akan dikembangkan menjadi township (kota mandiri) yang terdiri dari area residensial dengan total 19 cluster dan area komersial dengan dua zona utama, yaitu area South Lake Commercial dan Central Lake Commercial. 

Dengan nilai pengembangan proyek sebesar Rp2,6 triliun, pembangunan Altea BLVD akan berlangsung selama 11 tahun. 

Baca Juga :   Grup Sinar Mas dan Astra Bentuk Perusahaan Patungan di Bidang Properti

Selain letaknya dekat dengan gerbang tol, Altea BLVD juga mengusung konsep residensial yang memadukan lembah hijau dan sungai dalam satu kawasan. Altea BLVD akan menghadirkan Riverside Green yang berkesinambungan di kawasan komersial South Lake Commercial dan Central Lake Commercial, yang memanfaatkan aliran Sungai Cakung sebagai jalur sirkulasi utama. 

Nilawati mengatakan, PT Ruby Karya Sejahtera sebagai pengembang sudah membangun kantor pemasaran dan rumah contoh sebagai show unit.

“Artinya, kami sudah siap menyambut siapa pun untuk hadir di kompleks Altea,” ujarnya.

Selain proyek Altea BLVD, Astra Propoerty juga sedang mengembangkan beberapa proyek hunian seperti Arumaya Residences, sebuah proyek apartemen yang terletak di dalam The Arumaya di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Astra Property juga sedang mengembangkan Ammaia Ecoforest di daerah Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Nilawati mengatakan, Astra Property juga sedang merencanakan sejumlah proyek properti, terutama untuk rumah tapak (landed house).

“Tentu saja hunian menjadi bagian yang akan terus kita kembangkan, terutama kalau kita lihat sekarang driver dari sektor properti dalam tiga tahun ke depan masih landed residensial atau rumah tapak. Sehingga kenapa poroyek-proyek kita akhir-akhir ini masih fokus di sana,” ujarnya.

Baca Juga :   Anak Usaha Astra Akuisisi Saham Pengelola Hotel Mandarin Senilai Rp1,27 Triliun

Ia menamabhkan ada beberapa proyek yang sudah dalam pipeline.

“Tentu saja saya tidak bisa sampaikan pada kesempatan hari ini. Tetapi pada waktunya nanti, jangan khawatir, akan segera disampaikan,” ujarnya.

Nilawati optimistis, sektor properti akan tumbuh positif ke depan, terlebih gong era suku bunga rendah sudah ditabuh, setelah Bank Indonesia mulai memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pada Rabu (18/9). Langkah yang sama juga sudah dilakukan oleh Federal Reserve, bank sentral Amerika Serikat pada waktu yang sama.

Penurunan suku bunga acuan diharapkan mendorong penurunan suku bunga kredit (lending rate), termasuk kredit kepemilikan rumah (KPR).

Namun, Nilawati mengatakan, transmisi penurunan suku bunga acuan ke leding rate membutuhkan waktu.

Tetapi, penurunan suku bunga acuan ini, kata dia, merupakan sinyal positif untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pemulihan daya beli masyarakat.

“Dan ini akan sangat baik untuk sektor properti. Walaupun memang driver [pertumbuhan] properti nggak cuma [suku bunga] itu,” ujarnya.

Selain suku bunga, perpanjangan kebijakan insentif pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 100 persen untuk pembelian rumah hingga Desember 2024 juga menjadi katalis positif untuk sektor properti.

Leave a reply

Iconomics