Perusahaan AS Pilih Indonesia Jadi Negara Pilihan Kedua di Asean

0
359

Survei Standard Chartered menyebut Indonesia berada di peringkat kedua sebagai negara pilihan utama untuk ekspansi perusahaan Amerika Serikat (AS) dalam mencari peluang pertumbuhan di kawasan Asean. Dalam survei yang dituangkan dalam “Borderless Business: US-ASEAN Corridor”, sebuah laporan strategis yang mengamati peluang besar untuk pertumbuhan lintas batas di koridor perdagangan antara AS dan negara- negara di Asean, mayoritas perusahaan AS juga mengharapkan pertumbuhan bisnis yang kuat di wilayah ini dalam kurun waktu hingga 12 bulan ke depan dengan 93% responden mengharapkan peningkatan pendapatan dan 86% berharap adanya ekspansi produksi.

Survei mengungkapkan bahwa para eksekutif perusahaan AS berfokus pada ekspansi untuk menangkap peluang penjualan dan produksi di Singapura (58%), Indonesia (45%), Thailand (43%), Filipina (38%), Malaysia dan Vietnam (keduanya sebesar 35%).

Selain potensi peningkatan permintaan untuk barang-barang berkualitas lebih tinggi, akses ke sumber daya manusia Asean yang kuat dengan kecakapan tinggi dalam bahasa Inggris juga memberikan daya tarik yang kuat bagi perusahaan-perusahaan AS yang ingin memanfaatkan tenaga kerja di kawasan ini. Selain itu, hampir separuh (43%) responden mengindikasikan bahwa mereka berencana untuk meningkatkan investasi di Asean selama 3-5 tahun ke depan untuk memanfaatkan peluang yang akan dibawa oleh ratifikasi perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Baca Juga :   Pertamina dan Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Terlepas dari optimisme mereka, para eksekutif AS yang disurvei mengakui adanya risiko di Asean yang harus dimitigasi. Tiga risiko teratas yang teridentifikasi adalah ketidakpastian geopolitik dan konflik perdagangan (73%), pemulihan ekonomi yang lambat dan penurunan minat belanja konsumen (65%), serta pandemi COVID-19 atau krisis kesehatan lainnya yang sedang berlangsung (63%).

Para responden juga setuju bahwa penyesuaian model bisnis mereka dengan praktik dan kondisi industri di Asean (68%), pemahaman akan peraturan regional, metode pembayaran dan infrastruktur (60%), serta hubungan dengan pemasok dan adapatasi rantai pasokan logistik (55%) adalah sejumlah tantangan paling signifikan yang mereka antisipasi dalam 6-12 bulan ke depan.

Untuk mendorong pertumbuhan yang tangguh dan seimbang di Asean serta untuk mengurangi risiko-risiko dan tantangan-tantangan tersebut, para eksekutif yang disurvei mengidentifikasi beberapa area terpenting yang dapat menjadi fokus perusahaan mereka, seperti membentuk perusahaan patungan baru untuk meningkatkan kehadiran pasar (68%), berinvestasi dalam kepemimpinan dan pengembangan bakat (53%), serta melaksanakan program transformasi digital (48%).

Baca Juga :   Pilih Reksa Dana Multiple atau Single Share Class? Ayo Selami Dulu Benefitnya

Regional Co-Head, Client Coverage, Asia, Corporate, Commercial and Institutional Banking, Standard Chartered Heidi Toribio mengatakan Asean adalah pusat dari strategi bisnis Standard Chartered.  Sebagai pasar yang berkembang menarik untuk barang-barang konsumen, peralatan medis dan obat-obatan, kawasan ini menawarkan peluang yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan AS dalam memperluas jaringan produksi dan pasokan mereka. Sebagai satu-satunya bank internasional dengan kehadiran  di 10 negara di Asean, pihaknya memainkan peran penting dalam mendukung ambisi pertumbuhan para nasabahnya di kawasan ini.

CEO, Americas, Standard Chartered Steven Cranwell mengatakan berkat pasar yang cukup besar, peningkatan adopsi teknologi baru, dan kelas menengah yang berkembang pesat, Asean terus dipenuhi dengan peluang bisnis yang menarik bagi perusahaan AS di berbagai sektor. Menurut Steven, selagi perusahaan AS terus mengembangkan ambisi usahanya, laju pertumbuhan mereka di wilayah yang dinamis ini juga akan bergantung pada kemampuan mereka dalam mendiversifikasi produksi untuk meningkatkan ketahanan rantai pasokan sehingga tetap selaras dengan harapan konsumen dan prioritas pemerintah – seperti dalam hal praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola, selain juga pada kemitraan dengan pemain industri lokal, lembaga keuangan lembaga dan instansi pemerintah.

Leave a reply

Iconomics