Anggota Komisi IX Minta Semua Pihak Waspadai Kasus Gagal Ginjal pada Anak di DKI
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi/Dokumentasi DPR
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi meminta semua pihak untuk terus mewaspadai kasus gagal ginjal akut progresif atipikal yang terjadi di DKI Jakarta. Soalnya, kasus gagal ginjal akut masih menimpa anak-anak di DKI di mana 1 meninggal dan 1 lagi sedang dirawat di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
“Ini pekerjaan rumah bersama. Kemunculan kembali korban gagal ginjal akut pada anak menunjukkan kepada kita bahwa kasus ini belum selesai diatasi dan diantisipasi pemerintah,” kata Nurhadi dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Menurut Nurhadi, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus menelaah dan mempelajari kasus di Jakarta Timur tersebut. Itu untuk memastikan apakah penyebab utama kasus ini sama seperti sebelumnya yakni karena obat sirup anak yang terdeteksi mengandung 3 zat kimia berbahaya yaitu ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).
“Pemerintah harus segera mengambil langkah yang cepat untuk mengumumkan kepada publik mengenai penyebab kasus gagal ginjal akut yang kembali terjadi dan memberikan imbauan mengenai larangan-larangan yang harus dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak menjadi korban gagal ginjal akut,” kata Nurhadi.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan ada 2 kasus baru gagal ginjal pada anak dengan kondisi 1 pasien meninggal dunia dan 1 lagi sedang dirawat di rumah sakit. Kedua kasus itu terlacak di Jakarta Barat dan Jakarta Timur pada akhir Januari 2023.