Anggota Komisi IX Minta Semua Pihak Waspadai Kasus Gagal Ginjal pada Anak di DKI

0
317
Reporter: Kristian Ginting

Anggota Komisi IX DPR Nurhadi meminta semua pihak untuk terus mewaspadai kasus gagal ginjal akut progresif atipikal yang terjadi di DKI Jakarta. Soalnya, kasus gagal ginjal akut masih menimpa anak-anak di DKI di mana 1 meninggal dan 1 lagi sedang dirawat di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Ini pekerjaan rumah bersama. Kemunculan kembali korban gagal ginjal akut pada anak menunjukkan kepada kita bahwa kasus ini belum selesai diatasi dan diantisipasi pemerintah,” kata Nurhadi dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Menurut Nurhadi, pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus menelaah dan mempelajari kasus di Jakarta Timur tersebut. Itu untuk memastikan apakah penyebab utama kasus ini sama seperti sebelumnya yakni karena obat sirup anak yang terdeteksi mengandung 3 zat kimia berbahaya yaitu ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

“Pemerintah harus segera mengambil langkah yang cepat untuk mengumumkan kepada publik mengenai penyebab kasus gagal ginjal akut yang kembali terjadi dan memberikan imbauan mengenai larangan-larangan yang harus dilakukan oleh orang tua agar anaknya tidak menjadi korban gagal ginjal akut,” kata Nurhadi.

Baca Juga :   Kemenhub Diminta Carikan Solusi Atasi Kenaikan Harga Avtur dan Tarif Pesawat

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan ada 2 kasus baru gagal ginjal pada anak dengan kondisi 1 pasien meninggal dunia dan 1 lagi sedang dirawat di rumah sakit. Kedua kasus itu terlacak di Jakarta Barat dan Jakarta Timur pada akhir Januari 2023.

 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics