BUMN Logistik dan Transportasi Diminta Pastikan Ketersediaan dan Persiapan Armada Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

0
17
Reporter: Rommy Yudhistira

Komisi VI DPR meminta perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) logistik dan transportasi untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan armada transportasi dalam menghadapi arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah. Sejumlah BUMN itu meliputi PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Perum Damri, dan PT Jasa Marga (Persero).

Wakil Ketua Komisi VI Sarmuji mengatakan, para perusahaan pelat merah tersebut perlu memperhatikan jumlah armada, kualitas, memberlakukan protokol kesehatan, menjaga kebersihan, dan menjamin keselamatan penumpang. “Serta mempersiapkan mitigasi bencana dalam rangka memastikan pelaksanaan arus mudik yang aman, nyaman, dan lancar,” kata Sarmuji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/4).

Kemudian, kata Sarmuji, pihaknya pun meminta perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa logistik dan transportasi itu untuk berkoordinasi dengan instansi terkait demi kelancaran dan terjangkaunya tarif angkutan mudik. Karena itu, para BUMN itu harus berkomitmen memastikan interkonektivitas angkutan darat dan laut.

Baca Juga :   Kejagung: Silakan Benny Tjokro Sampaikan Protesnya soal Jiwasraya ke Penyidik

Upaya tersebut, kata Sarmuji, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan mudik Lebaran. “Serta membentuk satgas (satuan tugas) yang fokus pada pelayanan dan kebersihan selama lonjakan penumpang arus mudik Idulfitri Tahun 2024,” ujar Sarmuji.

Masih kata Sarmuji, BUMN logistik dan transportasi agar menyampaikan seluruh jawaban secara rinci terkait pertanyaan dari anggota dan pimpinan Komisi VI. Dan itu akan menjadi bahan evaluasi bagi Komisi VI untuk mengawasi pelaksanaan mudik Lebaran 2024.

“Memberikan jawaban secara tertulis dalam waktu paling lama 5 hari kerja atas pertanyaan anggota Komisi VI,” kata Sarmuji.

Leave a reply

Iconomics