Hari Ini, Thomas Djiwandono dan Dicky Kartikoyono Jalani Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI
Gedung DPR/MPR/Dok. Iconomics
Komisi XI DPR RI menjadwalkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi dua calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Senin (26/01/2026).
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono akan memperebutkan kursi yang ditinggalkan oleh Juda Agung.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengonfirmasi bahwa rangkaian ujian ini merupakan kelanjutan dari proses seleksi yang telah dimulai sejak Jumat pekan lalu.
”Hari Senin ini ada dua calon, yaitu Bapak Dicky Kartikoyono pukul 14.00–15.00 WIB dan Bapak Thomas Djiwandono pukul 16.00–17.00 WIB,” ujar Misbakhun di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/01/2026).
Mekanisme Seleksi Ketat
Setiap kandidat diberikan waktu terbatas selama 60 menit untuk meyakinkan para anggota dewan. Durasi tersebut dibagi menjadi tiga tahap krusial:
1. Pemaparan visi dan misi strategis kandidat selama 25 menit;
2. Pendalaman dan tanya jawab oleh anggota Komisi XI DPR selama 15 menit;
3. Jawaban akhir serta klarifikasi dari kandidat selama 20 menit.
Sebelumnya, kandidat lain yakni Solikin M. Juhro telah menjalani proses serupa pada Jumat (23/01/2026). Ketiga nama ini merupakan usulan Gubernur BI Perry Warjiyo yang kemudian diteruskan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Surat Presiden (Surpres) ke DPR RI.
Keputusan Diambil Malam Ini
Komisi XI tidak akan menunda penetapan pemenang. Setelah seluruh sesi berakhir, DPR akan langsung menggelar rapat internal untuk menentukan sosok Deputi Gubernur BI terpilih.
”Keputusan atas hasil fit and proper test akan dilaksanakan pada rapat internal pukul 18.30 WIB malam ini,” tambah Misbakhun.
Pencalonan Thomas Djiwandono menjadi sorotan karena latar belakangnya sebagai pejabat aktif di Kementerian Keuangan dan kedekatannya dengan lingkaran istana.
Penunjukan ini memicu diskusi mengenai independensi bank sentral di tengah tantangan ekonomi global dan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Siapapun yang terpilih nantinya akan memegang tanggung jawab besar dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di Bank Indonesia, menyusul pengunduran diri resmi Juda Agung pada 13 Januari lalu.