Pantau Perkembangan Konflik Thailand-Kamboja, DPR Perhatikan WNI

0
45
Reporter: Wisnu Yusep

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia terus memantau konflik yang terjadi antara Thailand dan Kamboja. Pemantauan yang dilakukan DPR untuk memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di sana baik-baik saja.

“Kita harapkan bahwa keadaan di sana lebih baik sehingga tindakan-tindakan lebih lanjut mungkin tidak perlu dilakukan,” kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (28/07/2025).

Dengan demikian, Dasco berharap situasi konflik di perbatasan Thailand dan Kamboja berangsur membaik agar pemerintah tak perlu mengevakuasi WNI dari wilayah tersebut.

DPR RI, kata dia, sudah meminta kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) agar bersikap proaktif dalam merespons situasi konflik di Thailand-Kamboja. Kemenlu, perlu berkomunikasi dengan WNI yang berada di kawasan itu.

“Kita sudah mendapatkan informasi bahwa sudah ada dari Kementerian Luar Negeri yang melakukan komunikasi,” katanya.

Sementara, dia pun berharap situasi di Asia Tenggara tidak masuk ke kondisi yang mengkhawatirkan akibat konflik tersebut. Mengingat, hubungan negara-negara di ASEAN memiliki persaudaraan yang kuat.

Baca Juga :   Baleg dan Pemerintah Disebut Terima Masukan Buruh soal Perbaikan UU Cipta Kerja

“Inisiasi dari Perdana Menteri Malaysia untuk mempertemukan Thailand dan Kamboja itu patut kita apresiasi,” ungkap dia.

Diketahui, Kemlu RI memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban bentrokan bersenjata antara militer Kamboja dan Thailand.

Kesimpulan tersebut didapatkan Kemlu berdasarkan pengamatan Kemlu bersama Kedutaan Besar RI (KBRI) Phnom Penh, Kamboja, dan KBRI Bangkok, Thailand.

“Berdasarkan pemantauan dan komunikasi dengan berbagai pihak, tidak terdapat informasi adanya WNI yang menjadi korban konflik bersenjata tersebut,” kata Judha dalam pernyataan tertulis yang diterima.

KBRI di kedua kota itu, kata dia, telah mengeluarkan imbauan keamanan kepada para WNI. Mereka diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan ke wilayah konflik dan terus memonitor situasi keamanan dari otoritas atau media setempat, kata dia.

Para WNI juga diimbau untuk segera menghubungi perwakilan RI setempat jika menghadapi situasi darurat di Kamboja atau Thailand. KBRI Phnom Penh bisa dihubungi di nomor telepon +855-12-813-282 dan KBRI Bangkok di nomor +66-92-903-1103.

Ketegangan Thailand-Kamboja telah meningkat sejak Kamis, yang dipicu oleh sengketa lama atas Candi Preah Vihear, situs warisan dunia UNESCO dari abad ke-11.

Baca Juga :   Kementerian PUPR Tak Punya Izin Tambang Batu Andesit di Wadas, Jawa Tengah

Setelah berminggu-minggu menghadapi ketegangan akibat insiden ranjau darat yang disusul aksi saling usir diplomat, bentrokan bersenjata pecah di sekitar perbatasan.

Artileri berat dan roket pun ditembakkan di dekat kawasan candi itu. Dalam pernyataan sebelumnya, Kemlu RI meyakini bahwa kedua negara dapat menyelesaikan ketegangan dengan cara-cara damai yang sejalan dengan “prinsip-prinsip yang tercermin dalam Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics