Politikus PDI Perjuangan Ini Sebut Nilai-Nilai Demokrasi Harus Tetap Dipertahankan

0
666
Reporter: Rommy Yudhistira

Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyatakan nilai-nilai demokrasi di Indonesia harus tetap dipertahankan sehingga setiap warga negara berkesempatan untuk menjadi pemimpin. Itu pula yang menjadi dasar dukungannya terhadap Joko Widodo karena memberi nuansa yang berbeda dalam demokrasi Indonesia.

“Menurut saya itu modal penting untuk bangsa ini, bagaimana kita berbicara tentang berdiri sama tinggi, berdiri sama rendah, egaliter dan sebagainya, sementara kita memberikan perlakuan istimewa buat yang anak anu, bapaknya si ini, harganya sekian, segala macam, itu semua dilawan Jokowi dan kehadirannya,” kata Adian dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (16/12).

Soal isu perpanjangan masa jabatan Jokowi, kata Adian, merupakan bagian dari berdemokrasi karena setiap warga berhak menyampaikan pendapatnya. Akan tetapi, pendapat demikian tidak perlu dikhawatirkan karena secara aturan perundang-undangan di Indonesia melarang orang menjabat sebagai presiden lebih dari 2 periode.

“Yang dibilang teman-teman semuanya, ya boleh saja. Siapa juga boleh saja omong tiga periode, empat periode, lima periode. Yang kita ikuti itu bukan kata orang per orang, yang kita ikuti konstitusinya. Selama konstitusi tidak memungkinkan, orang mau omong apapun biarkan saja,” kata Adian.

Baca Juga :   Pandemi Terkendali, Presiden Jokowi Ajak Bank dan Dunia Usaha Mulai Berekspansi

Karena itu, kata Adian, negara tidak boleh bertindak otoriter dan melarang masyarakat menyampaikan pendapat. Namun, masyarakat diminta tidak kebablasan dalam berdemokrasi yang mengesampingkan norma-norma adat dan budaya yang diterapkan di Indonesia.

Menurut Adian, Indonesia memiliki perangkat hukum yang lengkap untuk memfasilitasi siapapun yang merasa tidak puas terhadap kinerja dan kebijakan yang diterbitkan pemerintah. Karena itu, masyarakat didorong berdemokrasi tanpa memunculkan narasi-narasi yang menimbulkan perpecahan.

“Sekarang akan ada mekanismenya, ada MK (Mahkamah Konstitusi) dan sebagainya. Itulah menurut saya arti demokrasi ini. Bukannya ditangkap karena menghina presiden, ada presiden dibilang binatang, apa segala macam, ada tindakan terhadap itu dibilang tidak demokrasi. Jangankan begitu, saya omong kalian binatang saja kan saya bisa ditangkap,” ujar Adian.

Soal pemimpin, kata Adian, tidak ada yang sempurna. Setiap pemimpin di negeri ini memiliki kekurangannya masing-masing termasuk Jokowi. “Bahwa Jokowi punya banyak kekurangan, iyalah siapa sih yang tidak tahu? Tapi ayo kapan kita akan bilang bahwa ada satu presiden yang maha sempurna dan tidak punya kekurangan apapun? Kapan pernah terjadi? Selama kita dipimpin manusia, dengan hukum yang dibuat manusia, ada kurang, kurang, kurang, itu biasa-biasa saja,” katanya.

Leave a reply

Iconomics