Presiden Prabowo: Indonesia Negara Besar, Tak Bisa Dipimpin Satu Parpol

0
12
Reporter: Wisnu Yusep

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk yang mendekati 300 juta jiwa. Oleh karena itu, menurutnya, pemerintahan dalam sistem demokrasi tidak mungkin hanya bertumpu pada satu partai politik.

Prabowo mengatakan kerja sama melalui koalisi menjadi kebutuhan untuk memastikan pemerintahan dapat berjalan efektif dan mampu mengelola negara dengan wilayah luas serta penduduk yang sangat besar.

“Karena demokrasi saya harus berkoalisi. Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara yang sebentar lagi 300 juta orang,” kata Prabowo saat menutup Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, yang disiarkan secara resmi oleh Sekretariat Presiden, Senin (31/08/2026).

Menurut Prabowo, besarnya jumlah penduduk dan luas wilayah Indonesia membuat kekuatan politik perlu dibangun melalui sinergi dan kerja sama. Ia bahkan membandingkan skala Indonesia dengan kawasan Eropa yang terdiri atas puluhan negara.

“Kita sebesar Eropa. Di Eropa itu lebih dari 27 negara,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung komposisi pemerintahan yang dipimpinnya saat ini. Ia menyebut kabinetnya dibangun dengan dukungan koalisi besar yang mencakup mayoritas kekuatan politik di parlemen.

Baca Juga :   Prabowo akan Ubah LKPP Jadi Badan Pengadaan Pemerintah untuk Efisiensi Belanja

“Pemerintah koalisi yang saya pimpin termasuk besar, tujuh partai dari delapan partai di parlemen,” katanya.

Menurut Prabowo, model kerja sama politik tersebut diperlukan agar pemerintahan memiliki kekuatan dalam menjalankan agenda pembangunan dan mengelola kepentingan negara yang kompleks.

Ia juga membandingkan dinamika politik Indonesia dengan sejumlah negara lain, termasuk Jepang dan Inggris, yang menurutnya mengalami pergantian kepala pemerintahan dalam waktu relatif cepat.

“Di Jepang walaupun hanya dua partai besar, tetapi dalam lima enam tahun berapa kali ganti Perdana Menteri. Di Inggris dalam lima tahun mungkin tujuh sampai delapan kali Perdana Menteri,” ucap Prabowo.

Prabowo menilai stabilitas politik menjadi faktor penting bagi Indonesia. Dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, kesinambungan pemerintahan membutuhkan sinergi antarkekuatan politik.

Karena itu, ia menekankan koalisi bukan sekadar strategi politik, tetapi bagian dari upaya menjaga efektivitas pemerintahan dan keberlangsungan pengelolaan negara.

Leave a reply

Iconomics