OJK: Sektor Jasa Keuangan Harus Berinovasi Memberdayakan Masyarakat

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
101

Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK Sukarela Batunanggar/The Iconomics

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong setiap para pelaku sektor jasa keuangan untuk berinovasi serta berorientasi pemberdayaan masyarakat yang lebih inklusif. Pasalnya, pelaku jasa keuangan selama ini selalu memainkan peran tradisionalnya seperti memberi pinjaman dan menyimpan uang nasabah.

Menurut Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital OJK Sukarela Batunanggar, perbankan seharusnya bisa mengambil inovasi dalam pengelolaan keuangan yang lebih bertanggung jawab terhadap manusia.

“Industri keuangan bukan hanya bertanggung jawab dalam mengambil uang dari nasabah atau memberikan pinjaman kepada peminjam, itu perannya tradisional dan terpenting mentransformasi diri mereka (nasabah) dan bagaimana mereka bisa mengelola risiko keuangan dari bisnis mereka, ini kita sebut perilaku tata kelola pasar,” kata Sukarela dalam acara webinar, Rabu (23/9).

Dengan begitu, kata Sukarela, sektor jasa  keuangan akan berorientasi jangka panjang serta menciptakan keberlanjutan. Sebab, pengelolaan keuangan yang baik di masyarakat akan menciptakan ekosistem yang lebih sehat.

“Tidak hanya orientasinya jangka pendek tapi juga jangka panjang dan menciptakan keberlanjutan,” kata Sukarela.

Baca Juga :   Kredit Memang Kembali Tumbuh, Tetapi Waspadai NPL yang Terus Meningkat

Dalam kondisi ini, Sukarela berharap fintech sebagai salah satu inovasi dari industri jasa keuangan dapat memanfaatkan teknologinya untuk menjangkau masyarakat yang sama sekali belum tersentuh sistem keuangan dan meningkatkan inklusi keuangan di masyarakat.

“Fintech harus dapat memberikan akses lebih baik pada keuangan dan mengembangkan kapasitas mereka,” katanya.

 

 

Leave a reply