Tutup 3 Layanan Non-Inti, Gojek PHK 430 Karyawan

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
83

GojekCo-CEO Gojek Andre Sulistyo dan Kevin Aluwi rayakan ulang tahun Gojek ke-9 di Jakarta/The Iconomics

Gojek mengumumkan perampingan struktur perusahaan dan pemberhentian 3 layanan non-inti yang menjadi bagian dari layanan GoLife. Adapun 3 layanan non-inti itu adalah GoMassage, GoClean serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood.

Keputusan ini diambil karena bisnis Gojek terdampak wabah Covid-19. Setelah itu, Gojek juga memangkas 430 karyawan atau 9% dari total karyawan yang sebagian besarnya berasal dari divisi terkait dengan GoLife dan GoFood Festival.

Penghentian ketiga layanan non-inti itu karena layanan tersebut melibatkan unsur kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan jaga jarak di masa pandemic Covid-19. Terlebih pada masa pandemi ini permintaan akan ketiga layanan itu menurun drastis dalam beberapa bulan terakhir.

“Salah satu ketakutan terbesar saya sebagai seorang pemimpin adalah mengecewakan kalian semua, dan itu adalah masalah tersulit yang pernah saya rasakan selama di Gojek, hingga hari ini,” kata Co-CEO Gojek Kevin Aluwi dalam keterangan resminya yang disampaikan kepada seluruh karyawan pada Rabu (24/4).

Sementara itu, Co-CEO Gojek Andre Sulistyo mengakui pihaknya telah bertindak ‘naif’ karena berpikir bahwa pertumbuhan akan terus terjadi. Karena itu, tidak mengantisipasi adanya penurunan yang tidak dapat dihindari ketika situasi pandemi terjadi seperti saat ini.

Baca Juga :   Blibli Sediakan Layanan Konsultasi Covid-19 dengan Gandeng Halodoc

Andre memastikan, perusahaannya akan memberi dukungan semaksimal mungkin bagi para karyawan yang telah di-PHK dengan menyiapkan paket bantuan pemberian pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah (minimum gaji 4 pekan ditambah 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja di perusahaan). Pembayaran gaji selama periode pemberitahuan, serta penghapusan masa tunggu bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham di perusahaan.

Kemudian, perusahaan juga akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan termasuk cuti melahirkan, memperpanjang skema asuransi kesehatan karyawan yang terdampak dan bagi keluarga mereka hingga 31 Desember 2020. Juga memperpanjang masa dukungan mencakup layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama 3 bulan ke depan, serta membantu mencari pekerjaan bagi para karyawan yang telah di-PHK melalui program outplacement.

Langkah yang ditempuh Gojek ini, kata Andre, merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang dilakukan tengah situasi Covid-19. Di masa mendatang, Gojek akan menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas.

Baca Juga :   2 Faktor Ini yang Bikin Astra Ingin Adopsi Teknologi Digital

Juga layanan yang menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah masa pandemi seperti bisnis logistik yang tumbuh 80% sejak awal pandemi, atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari yang naik dua kali lipat.

Leave a reply