Bertahan di Masa Covid-19, Telkomsel Akan Fokus di 3 Tahapan Ini

Reporter: Yehezkiel Sitinjak
0
244

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro:KominfoDirektur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro/Dok. Kominfo

Salah satu industri yang mampu bertahan di masa wabah Covid-19 adalah sektor telekomunikasi. Penerapan jaga jarak sosial dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) justru mendorong masyarakat mengadopsi teknologi dan layanan digital secara lebih cepat.

Sebagai perusahaan digital telko, PT Telekomunikasi Seluler (Tekomsel) memiliki peran besar mendorong masyarakat untuk mengadopsi penggunaan teknologi digital. Terlebih Telkomsel punya value proposition sebagai penyedia konektivitas atau operator jaringan seluler yang telah menjangkau hampir seluruh Nusantara.

Untuk itu, kata Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro, akan fokus dalam 3 tahapan pasar digital yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services. Dan digital connectivity merupakan bisnis utama Telkomsel.

“Bagaimana kita menyediakan konektivitas digital kepada semua lapisan masyarakat dan bisnis sesuai dengan kebutuhan agar bisa menghadapi low touch economy di era new normal,” kata Setyanto dalam Indonesian Brand Forum (IBF) 2020 yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (30/6).

Cakupan jaringan Telkomsel, kata Setyanto, telah mencapai 99% dari seluruh Nusantara, dan 94% untuk jaringan 4G. Dengan jumlah pelanggan yang mencapai 177 juta, perusahaan akan me-leverage keahlian mereka dalam sektor konektivitas digital untuk terus ‘naik kelas’ memasuki pasar digital platform dan services.

Untuk ekspansi bisnis pada digital platform dan services, kata Setyanto, perusahaan akan memanfaatkan strategi kolaborasi dengan membentuk kerja sama dengan para pemain di sektor tersebut. Juga me-leverage kekuatan pada konektivitas untuk mendukung kerja sama tersebut.

Baca Juga :   Penerapan Protokol New Normal Akan Bikin Pariwisata Segera Rebound

“Contohnya di konten pendidikan, konten pendidikan digital learning ada banyak seperti Zenius Education, Ruangguru dan lain-lain. Jadi Telkomsel tidak akan bikin sendiri, karena keahliannya tidak di situ, mari kita berkolaborasi, kita bisa buat paket-paket khusus,” kata Setyanto.

“Jadi kita me-leverage core kompetensi kita yaitu connectivity, agar konektivitas bisa membantu pelanggan untuk mengakses layanan secara lebih baik dan mudah, kita bundling package-nya,” tambahnya.

Sebagai digital telko, Setyanto memperkirakan Telkomsel bisa berekspansi secara inorganic dengan mempunyai kepemilikan atas layanan-layanan digital terdepan. Juga membuka selebar-lebarnya kesempatan untuk bermitra dengan berbagai layanan dan produk untuk melebarkan sayapnya di dunia digital.

Telkomsel telah siap untuk menjadi catalyst terhadap inovasi di dalam negeri dengan mendukung dan membina beberapa perusahaan perintis melalui berbagai program inkubator yang dimilikinya seperti Telkomsel Innovation Center.

“Kita punya beberapa wadah inovasi yang dimana kita me-nurture startup di Indonesia. Jadi kita ingin startup Indonesia bangkit, dikasih dorongan dari Telkomsel sebagai catalyst untuk bisa melayani seluruh masyarakat Indonesia,” katanya

Leave a reply