Menengok Temperatur Industri Jasa Keuangan September 2020

0
145

Presiden Joko Widodo (tengah) saat pembukaan perdagangan bursa efek Indonesia, Kamis (2/1/2020) di BEI/The Iconomics

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada September ini mencatat perekonomian global dan domestik secara berlahan mulai menunjukkan sinyal perbaikan. Kondisi tersebut terlihat dari peningkatan perdagangan global dan indikator ekonomi di beberapa negara utama dunia, meskipun perbaikan tidak merata.

Di level domestik, OJK melihat data sektor riil terutama sektor eksternal terus mencatatkan kinerja positif, dimana belanja pemerintah, khususnyaprogram PEN, juga mengalami akselerasi yang menggembirakan. Namun ketidakpastian di pasar keuangan terpantau sedikit meningkat didorong, antara lain, oleh penyebaran Covid-19 di beberapa negara yang kembali meningkat serta tensi geopolitik yang meningkat akibat memanasnya kembali perang dagang AS-Tiongkok dan ketidakpastian Brexit.

Peningkatan ketidakpastian tersebut mendorong kenaikan volatilitas di pasar keuangan global dan domestik selama September 2020. Informasi yang disebutkan OJK, hingga 18 September 2020, pasar saham dan pasar surat berharga negara (SBN) melemah dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun sebesar 3,42% mtd dan yield rata-rata SBN naik sebesar 4,9 bps mtd.

OJK melihat pelemahan pasar saham dan SBN tersebut turut didorong aksi investor nonresiden yang mencatatkan outflow sebesar Rp169,22 triliun sejak awal tahun 2020 hingga bulan laporan ini (ytd). Investor nonresiden tercatat melakukan net sell di pasar saham dan SBN masing-masingsebesar Rp11,67 triliun mtd dan Rp9,63 triliun mtd (ytd pasar saham dengan net sell Rp39,67 triliun dan ytd pasar SBN dengan net sell Rp129,55 triliun).

Halaman Berikutnya
1 2 3

Leave a reply