Rumah Kadis PUPR Digeledah Terkait Kasus Dugaan Gratifikasi Wali Kota Madiun Non Aktif Maidi
Gedung KPK/Dok. KPK
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya belum berhenti melakukan “bersih-bersih” di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Setelah menyasar kediaman Wali Kota nonaktif Maidi, tim penyidik lembaga antirasuah itu kini membidik kediaman Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Madiun, Thariq Megah dan Rumah Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumarno, Kamis (22/01/2026).
​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa tim di lapangan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti penting.
“Kegiatan berjalan lancar. Tim berhasil mengamankan barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan perkara ini guna mempercepat proses pengungkapan,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/01/2026) malam.
​Pantauan di lapangan menunjukkan iring-iringan empat unit mobil Toyota Innova hitam tiba di Jalan Tanjung Manis XIV, Kelurahan Manisrejo, sekitar pukul 11.00 WIB.
Meski berada di gang yang relatif sempit, kehadiran tim penyidik berpakaian batik dan rompi khas KPK itu tak pelak mengundang perhatian warga sekitar.
​Pencarian Bukti di Balik Pagar Tertutup
​Setibanya di lokasi, tim penyidik sempat berkomunikasi singkat dengan Thariq Megah sebelum akhirnya masuk dan memeriksa setiap sudut ruangan.
Meski gerbang rumah setinggi dua meter itu tertutup rapat, aroma penggeledahan terasa kuat dari luar. Penyidik tampak teliti memeriksa tumpukan berkas yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah membelit sang Wali Kota nonaktif, Maidi.
​Penggeledahan ini merupakan langkah maraton KPK dalam mendalami dugaan praktik lancung di Pemkot Madiun.
Thariq Megah diduga kuat terseret dalam pusaran kasus pemerasan dengan modus imbalan proyek dan penyalahgunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR), serta penerimaan gratifikasi lainnya.
​Sehari sebelumnya, Rabu (21/01/2026) malam, KPK lebih dulu menggeledah kediaman Wali Kota nonaktif Maidi dan orang kepercayaannya, Rochim Ruhdiyanto.
Dari penggeledahan tersebut, penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen krusial dan uang tunai yang diduga menjadi bukti kuat adanya aliran dana haram.
​Memperkuat Bukti Awal
​Langkah agresif KPK di Madiun ini bertujuan untuk melengkapi kepingan teka-teki korupsi yang sebelumnya telah terkuak melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Juru bicara KPK Budi menyebutkan bahwa setiap dokumen dan aset yang disita akan diuji untuk memperkuat kesaksian para saksi dan tersangka yang telah diperiksa.
​Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi mengenai hasil akhir penggeledahan di rumah Thariq Megah. Namun, penggeledahan beruntun ini menjadi sinyal kuat bahwa KPK tengah membongkar akar jaringan korupsi hingga ke tingkat jajaran dinas teknis.