Proyek WtE Danantara: Perusahaan-perusahaan yang akan Garap Pengolahan Sampah Menjadi Listrik

0
276

Danantara Indonesia mewajibkan para peserta tender proyek waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) menggandeng mitra lokal dari Indonesia. Pemenang tender ada 24 perusahaan dari luar negeri.

“Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE kami wajibkan untuk membentuk konsorsium dengan mitra lokal. Adanya konsorsium ini kami harapkan bisa memberikan transfer teknologi dengan perusahaan lokal atau pemda,ˮ kata Lead of Waste-to-Energy Danantara Indonesia, Fadli Rahman dalam keterangannya.

Perusahaan-perusahaan peserta tender tersebut berasal dari Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hong Kong. Kedua puluh empat perusahaan tersebut dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti tender sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola PSEL.

Berikut ini sejumlah perusahaan yang akan menjalankan proyek WtE tahap pertama:

 

Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd. (Tiongkok)

Chongqing Sanfeng Environment Group Corp adalah spesialis WtE dengan rekam jejak panjang sebagai investor, pengembang, sekaligus operator fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah. Berbeda dengan kontraktor EPC (Engineering Procurement Construction) umum yang memiliki divisi lingkungan, Sanfeng Environment sejak awal menempatkan WtE sebagai inti bisnis. Perusahaan yang berdiri pada 2009 dan berkantor pusat di Chongqing, Tiongkok, ini telah tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Saham Shanghai dengan kode saham 601827.SH.

Baca Juga :   PLN Siagakan Puluhan Ribu Personel untuk Pastikan Pasokan Listrik Nataru

Sanfeng Environment dikenal sebagai pemegang lisensi teknologi grate incinerator dari Martin GmbH (Jerman). Teknologi ini kemudian dilokalisasi dan dikembangkan hingga mampu memproduksi sendiri peralatan inti WtE, mulai dari tungku pembakaran, pemurnian gas buang, hingga pengolahan residu. Hingga akhir 2023, teknologi dan peralatan Sanfeng telah diterapkan di lebih dari 250 proyek WtE dengan lebih dari 400 lini insinerasi di berbagai negara, berkapasitas total lebih dari 220.000 ton sampah per hari.

Selain sebagai penyedia teknologi, Sanfeng Environment juga berperan sebagai investor dan operator proyek melalui skema BOT (build, operate, dan transfer) dan PPP (Public Private Partnership), dengan lebih dari 50 proyek WtE yang telah beroperasi atau dalam tahap konstruksi. Model terintegrasi ini memungkinkan pengendalian kualitas, efisiensi biaya, serta kepastian kinerja fasilitas jangka panjang.

Halaman Berikutnya
1 2 3 4 5 6 7 8

Leave a reply

Iconomics