DSI Gandeng Sucofindo Cegah Praktik Curang Under Invoicing yang Potensial Rugikan Negara

0
7
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) berkolaborasi dengan PT Sucofindo untuk mencegah praktik kecurangan perdagangan internasional (under-invoicing) yang berpotensi merugikan negara. Sucofindo akan berperan sebagai verifikatur independen yang mematikan transparansi, dan akuntabilitas nilai ekspor.

‎Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan manajemen Sucofindo membahas langkah konkret mencegah praktik under-invoicing, perkembangan strategi, dan penguatan mitigasi risiko ekspor. Juga membahas sinkronisasi dalam rangka mendukung tata kelola sektor mineral yang lebih efektif, dan terintegrasi.

‎”Kita nggak boleh lagi kasih ruang buat praktik under-invoicing,” kata Dony dalam keterangan resminya pada Kamis (24/7).

‎Kemudian, kata Dony, perlunya memperketat pengawasan dan memperkuat peran Sucofindo dalam mendukung tata kelola ekspor mineral. Caranya melalui identifikasi mineral ikutan, termasuk komoditas rare earth elements (REE) dan unsur radioaktif.

‎Upaya tersebut, kata Dony, untuk meningkatkan kepastian hukum, memastikan kelancaran ekspor, dan mendukung agenda hilirisasi mineral nasional.

“Verifikasi harus benar-benar diperkuat supaya semua transaksi bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Melalui sinergi tersebut, kata Dony, BP BUMN bersama Danantara mendorong penguatan peran BUMN untuk menciptakan sistem verifikasi ekspor yang lebih akuntabel, memperkuat daya saing, dan mendukung kepastian regulasi.

Leave a reply

Iconomics