Minat Masyarakat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%

ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan
0
12

Transaksi Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) sepanjang Semester I 2026 tercatat mencapai 66.372.367 gram.

Capaian tersebut tumbuh 338% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 15.149.074 gram. Dari sisi nilai transaksi (value), perdagangan sepanjang Semester I 2026 mencapai Rp172,7 triliun, meningkat 601% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp24,6 triliun.

“Pertumbuhan transaksi ini mencerminkan terus meningkatnya minat masyarakat untuk memanfaatkan Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital sebagai salah satu alternatif investasi,” kata Plt Direktur Utama ICDX Nursalam di Jakarta, Jumat (24/7).

Ia mengatakan ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, serta menjalankan program literasi dan edukasi secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik regulator maupun pedagang emas digital.

Saat ini terdapat enam pedagang emas digital yang menjadi anggota bursa ICDX, yakni PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas), PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Brankas LM), dan PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang).

Baca Juga :   Perkuat Citra Aset Kripto, Para Anggota Aspakrindo Simulasikan Pelaporan Transaksi

“ICDX terus berkomitmen untuk mendukung ekosistem perdagangan emas yang transparan dan tentunya memberikan perlindungan kepada masyarakat yang memanfaatkan emas sebagai alternatif investasi. Terkait ekosistem emas di Indonesia, saat ini ICDX juga telah menjadi bagian dari Indonesia Bullion Market Association (IBMA),” ujar Nursalam.

IBMA merupakan asosiasi yang dibentuk oleh para pelaku industri bullion Indonesia untuk mendorong pengembangan pasar bullion yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui kolaborasi, standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri nasional.

Selain ICDX, anggota IBMA lainnya meliputi PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), dan PT Sentral Kreasi Kencana.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) Anang Samsudin mengatakan pertumbuhan transaksi emas digital pada Semester I 2026 didorong oleh beberapa faktor, di antaranya semakin tingginya literasi masyarakat mengenai emas digital serta volatilitas harga emas yang cukup tinggi.

Baca Juga :   ICX Tertarik Jadi Penyelenggara Bursa Karbon, Tapi Tunggu Aturan Teknisnya

Sebagai asosiasi emas digital di Indonesia, PPEDI terus mendukung para anggotanya untuk meningkatkan literasi masyarakat serta berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas pasar emas digital di Indonesia.

“Di sisi lain, perlindungan dan keamanan nasabah menjadi prioritas utama PPEDI. Kami terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan keamanan transaksi nasabah, termasuk memastikan ketersediaan aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset dari emas yang dimiliki oleh investor,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics