Proyek WtE Danantara: Perusahaan-perusahaan yang akan Garap Pengolahan Sampah Menjadi Listrik
Ilustrasi pengolahan sampah/Dok. Ist
SUS Indonesia Holding Limited (Tiongkok)
Meski Namanya SUS Indonesia Holding Limited, namun kenyataannya, perusahaannya terdaftar di Tiongkok. Perusahaan ini mulai beroperasi pada 19 Juli 2022. Perusahaan ini memiliki fokus bisnis pada Waste-to-Energy dan mengelola investasi jangka panjang.
Alasan perusahaan ini memilih pasar Indonesia karena alasan utama, yakni volume sampah kota sangat besar, keterbatasan tempat pembuangan akhir, dan kebutuhan energi bersih yang meningkat.
Shanghai SUS Environment Co., Ltd yang berdiri tahun 2008 di Qingpu District, Shanghai, Tiongkok adalah perusahaan induk SUS Indonesia Holding Limited berniat mengelola hubungan dengan pemerintah daerah, BUMD, dan mitra swasta Indonesia.
Sejauh ini sudah terdapat 84-89 proyek WtE yang sudah dijalankan di sejumlah negara. Di Makassar, Sulawesi Selatan, perusahaan ini membangun fasilitas WtE dengan perjanjian kerja sama lewat pemkot setempat. Volume sampah yang dikelola sebanyak 1.300 ton sampah setiap hari, dengan dua jalur insinerasi dan turbine generator yang menghasilkan daya listrik 35 MW.
Halaman Berikutnya