Proyek WtE Danantara: Perusahaan-perusahaan yang akan Garap Pengolahan Sampah Menjadi Listrik
Ilustrasi pengolahan sampah/Dok. Ist
PT Jinjiang Environment Indonesia (Tiongkok)
PT Jinjiang Environment Indonesia merupakan bagian dari grup perusahaan lingkungan asal Tiongkok, yakni Zheneng Jinjiang Environment Holding Co., Ltd., grup usaha yang menjadi pemain utama dalam industri Waste-to-Energy di Tiongkok sejak 1998. Perusahaan ini berdiri pada 8 Agustus 2017.
Pada 16 Februari 2025, Zheneng Jinjiang Environment Holding Co., Ltd. menyelesaikan restrukturisasi internal PT Jinjiang Environment Indonesia. Sebelumnya, 90 persen kepemilikan saham perusahaan itu dipegang oleh Lamoon Holdings Limited di British Virgin Islands.
PT Jinjiang Environment Indonesia sudah memiliki proyek besar dengan mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa/WtE) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Kapasitas yang dihasilkan sebanyak 1.000 ton sampah perhari dengan output listrik sebesar 20 MW. Di Palembang, perusahaan ini membangun kolaborasi dengan perusahaan lokal dengan membentuk Build Own Operate atau BOO melalui kontrak konsesi 30 tahun. Investasi awal untuk pembangunan PLTsa di Palembang, perusahaan ini mengucurkan dana US$120 juta atau setara dengan Rp1,8 triliun.
Fokus utama bisnis dari perusahaan ini di bidang WtE, yakni pengolahan limbah padat menjadi energi listrik. Sementara China Jinjiang Environment Holding Co yang merupakan induk dari PT Jinjiang Environment Indonesia, diketahui memegang 27 fasilitas WtE di Tiongkok. Mereka juga memiliki tiga fasilitas pengolahan limbah dapur atau organic waste dan delapan fasilitas daur ulang sumber daya limbah dengan total kapasitas pengolahan 44.000 ton limbah per hari.
Dari sejumlah perusahaan yang menjadi peserta tender WtE, tiga di antaranya berasal dari Prancis, Tiongkok, dan Jepang. Untuk memahami latar belakang serta rekam jejak global masing-masing peserta, berikut gambaran singkat mengenai ketiga perusahaan tersebut.
Halaman Berikutnya