Menteri Pariwisata Cermati Sektor Pariwisata di Tengah Dinamika Global dan Timur Tengah

0
50

Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana memastikan destinasi pariwisata di Indonesia tetap aman bagi wisatawan di tengah dinamika global dan perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.

Menteri Pariwisata menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan mobilitas dan perjalanan lintas negara. Karena itu, dinamika yang terjadi di berbagai kawasan dunia, termasuk di Timur Tengah, dapat memunculkan ketidakpastian dalam perjalanan internasional, baik bagi wisatawan maupun industri pariwisata global.

Kementerian Pariwisata terus melakukan langkah-langkah adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan pariwisata Indonesia. Salah satu strategi yang dirumuskan adalah melakukan penyesuaian fokus pasar dengan memperkuat promosi pada negara-negara dengan akses perjalanan yang stabil seperti Asia Timur, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Oseania.

Selain melakukan pergeseran target pasar, Kementerian Pariwisata juga mengintensifkan promosi pariwisata Indonesia melalui kampanye digital yang lebih masif, meningkatkan penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event lintas negara, serta memperkuat minat wisatawan nusantara untuk berwisata di dalam negeri.

Terkait dengan penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah yang sempat berdampak pada perjalanan sebagian wisatawan, Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan para wisatawan dapat menunggu dengan aman hingga perjalanan mereka dapat dilanjutkan.

Baca Juga :   Perluas Jaringan Internasional, Garuda Indonesia Operasikan Lagi Rute Seoul – Denpasar

“Kami juga memastikan bahwa wisatawan yang saat ini berada di Indonesia tetap mendapatkan pelayanan dan dukungan yang baik,” kata Menteri Pariwisata.

Dalam laporan kinerja bulanan Kementerian Pariwisata periode Maret 2026, Menteri Pariwisata juga menyampaikan bahwa sektor pariwisata nasional menunjukkan tren yang positif pada awal tahun.

Pada Januari 2026, kunjungan wisatawan mancanegara melalui pintu masuk utama tercatat mencapai 1,01 juta kunjungan. Malaysia menjadi penyumbang terbesar dengan 150,5 ribu kunjungan, diikuti Australia, Tiongkok, Singapura, dan India. Data dari pintu masuk perbatasan lainnya akan segera dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan bahwa jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta perjalanan, atau sedikit menurun sekitar 0,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor posisi Bulan Januari yang berada di antara periode libur Natal dan Tahun Baru serta menjelang momentum libur besar berikutnya, seperti Imlek dan Lebaran.

“Namun demikian, pergerakan wisatawan nusantara diperkirakan akan kembali meningkat seiring berbagai momentum liburan serta semakin banyaknya paket wisata yang ditawarkan oleh pelaku industri. Pemerintah optimistis dapat mencapai target 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara pada tahun 2026 melalui berbagai program promosi dan peningkatan kesiapan destinasi,” kata Ni Luh Puspa.

Baca Juga :   Pendapatan Semua Hotel Grup Sahid Tumbuh 29%

Menteri Pariwisata juga mencatat perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri pada awal tahun ini tumbuh sebesar 1,65% atau mencapai sekitar 1 juta perjalanan.

Tujuan utama perjalanan tersebut masih didominasi oleh Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura dengan kontribusi sebesar 58,58% dari total perjalanan. Malaysia dan Singapura menjadi pilihan utama karena kedekatan geografis dan kemudahan akses, sementara Arab Saudi didominasi oleh perjalanan ibadah umrah.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics