Kuartal I 2026, Unilever Indonesia Tbk Bukukan Laba Bersih Rp1,3 Triliun, Naik 14,1%

0
263

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan membukukan penjualan bersih dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp8,4 triliun atau tumbuh 2,8% secara tahunan.

Penjualan domestik tumbuh sebesar 3,5%, didukung oleh pertumbuhan volume dasar sebesar
2,1%.

Pada saat yang sama, laba bersih UNVR mencapai Rp1,3 triliun,  meningkat 14,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Marjin kotor tercatat sebesar 48,2% atau turun tipis 18 basis poin dibandingkan tahun lalu, namun tetap solid di level 48,8% jika tidak memperhitungkan biaya transformasi. 

Sementara itu, laba sebelum pajak dari operasi yang dilanjutkan meningkat signifikan dengan marjin mencapai 18,9% atau naik 167 basis poin secara tahunan, menunjukkan perbaikan efisiensi operasional Perseroan.

Perseroan juga menegaskan bahwa divestasi bisnis Teh SariWangi telah rampung pada kuartal pertama 2026, sehingga kinerja saat ini mencerminkan fokus pada portofolio inti yang berkelanjutan.

“Di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah kami jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan Perseroan. Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat,” kata Benjie Yap, Presiden Direktur UNVR dalam keterangan pers, Kamis (30/4).

Baca Juga :   RUPST Unilever Indonesia Tetapkan Seluruh Laba Bersih 2025 Dibagikan sebagai Dividen

Ia menjelaskan Perseroan mendasarkan prioritas strategisnya pada tiga pilar utama, yaitu Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya. Ketiganya, masing-masing mendukung ambisi untuk mewujudkan pertumbuhan jangka panjang yang didorong oleh kualitas. 

Kedepan, Perseroan akan tetap fokus untuk mendorong pertumbuhan yang melampaui pasar, sekaligus secara proaktif mengantisipasi berbagai tekanan eksternal. 

“Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan. Prioritas kami tetap sama: memperkuat fondasi bisnis, mewujudkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Benjie. 

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics