ICX Realisasikan Buyback Saham kepada Pemodal, Total Nilai Kumulatif Lebih dari Rp 71 M hingga Pertengahan 2026
Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX) merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham kepada pemodal, dengan total nilai kumulatif lebih dari Rp 71 miliar hingga pertengahan 2026. Dengan aksi tersebut, ICX telah mendistribusikan kembali hal investasi 7.924 investor di seluruh Indonesia.
Direktur Utama ICX Romario Sumargo mengatakan, pihaknya sempat mengalami fase perlambatan pada periode 20213-2026. Dalam kondisi itu perusahaan hanya memproses pencatatan saham satu penerbit baru. Pengetatan tersebut dilakukan untuk memastikan tata kelola, dan pengawasan yang baik.
“Di saat industri SCF (securities crowdfunding) memasuki era penegakan kepatuhan yang lebih ketat melalui fase penguatan integritas oleh regulator, langkah mitigasi yang telah kami lakukan sejak awal kini menjadi batu loncatan utama untuk berakselerasi,” kata Romario dalam keterangan resminya pada Sabtu (4/7).
Romario melanjutkan, dari total 46 penerbit yang difasilitasi ICX, ada 16 penerbit tercatat telah menjalankan komitmen buyback maupun exit sepenuhnya. Sektor makanan dan minuman, serta properti menjadi industri paling dominan dalam merealisasikan komitmen buyback.
Selain itu, kata Romario, ada 4 penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan kesulitan usaha. Untuk memenuhi regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ICX menerapkan prosedur penanganan dengan menjatuhkan status delist pada 1 penerbit. Sisanya sedang dalam proses delisting, dan fasilitasi penyelesaian hak pemodal semaksimal mungkin.
ICX, kata Romario, optimistis industri SCF ke depan akan semakin matang seiring meningkatnya literasi risiko investor. Kemudian, mekanisme exit investasi yang jelas, seperti buyback, tidak lagi sekadar nilai tambah melainkan sebagai pilar utama penentu kredibilitas platform dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang.
“Pada akhirnya, keberhasilan sebuah platform tidak hanya diukur dari seberapa cepat dana dihimpun di awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana perusahaan yang memperoleh pendanaan mampu bertumbuh, menciptakan nilai, dan menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang,” tuturnya.