Kemendikdasmen Dorong Terapkan Komunikasi Empati kepada Anak

0
3
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan komunikasi empati kepada anak. Terutama dalam situasi disrupsi teknologi digital, yang dinilai mulai dirasakan anak usia sekolah.

Mandikdasmen Abdul Mu’ti mengatakan, perkembangan teknologi digital perlu diimbangi dengan penerapan komunikasi empati. Sebab, tanpa hal tersebut anak akan kesulitan mencerna banyaknya informasi yang disajikan di ranah digital.

“Dan sebagian anak kita itu, tidak sekadar mengalami brainrot, bahkan mengalami masalah mental. Itu sebagian karena eksposur media sosial yang berlebihan, dan isinya tidak edukatif, dan membuat mereka mengalami cyber bullying,” kata Abdul dalam acara The Iconomics 7th Indonesia Public Relations Summit 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).

Sebagai pihak yang mengurusi pendidikan dasar dan menengah, kata Abdul, pihaknya berupaya menghadirkan ruang digital yang aman dan nyaman bagi anak melalui pendidikan bahasa yang baik.

Dengan menggunakan bahasa yang baik dalam media sosial, kata Abdul, Kemendikdasmen ingin mengurangi angka perundungan siber yang menyasar anak-anak sekolah.

“Perundungan digital itu dampak yang luar biasa terhadap anak-anak sekolah. Jadi saya menugaskan badan bahasa untuk mengungkap kembali kekayaan kita sebagai bangsa Indonesia dengan berbagai ungkapan yang dulu kita pelajari. Sekarang itu tidak banyak. Mohon maaf dengan segala hormat, bodoh itu ada ungkapan besarnya. Tong kosong nyaring bunyinya. Itu cara paling santun untuk mengatakan bahwa banyak bicara itu belum tentu pintar,” ujar Abdul.

Baca Juga :   Buntut Kampanyekan Anaknya dengan Migor, Jokowi Ingatkan Mendag Zulhas

Selain itu, kata Abdul, Kemendikdasmen pun menggencarkan kampanye penggunaan 3 kata yang menggambarkan kesantunan masyarakat Indonesia. Menurut Abdul, kata permisi, maaf, dan terima kasih sudah hampir tidak lagi digunakan anak-anak.

Untuk itu, katabAbdul, pihaknya mengajak seluruh kalangan untuk mulai menanamkan komunikasi empati kepada anak, khususnya dalam ruang digital. Melalui komunikasi empati, pihaknya berharap visi Indonesia Emas dapat terwujud di masa mendatang.

“Ungkapan-ungkapan empati, simpati itu menjadi hal yang sangat penting, dan perlu menjadi bagian dari publik yang kita bangun di tengah teknologi digital yang luar biasa,” ujar Abdul.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics