PNM Catatkan Laba Bersih Rp 358 M dan Kenaikan Aset di 2020

0
549

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM membukukan laba bersih sekitar laba bersih Rp 358 miliar pada 2020. Laba bersih ini dukung oleh kinerja positif yang dicatatkan PNM di tengah masa pandemi Covid-19 dan nasabah yang juga kesulitan.

“Di masa sulit ini, jumlah nasabah kami juga meningkat menjadi 7,9 juta atau naik 27,83% dari 6,18 juta pada 2019. Ini menjadi sesuatu dan nilai tambah bagi kami,” tutur Direktur Utama PNM Arief Mulyadi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (8/2).

Arif menuturkan, dari total nasabah, sekitar 7,8 juta lebih rata-rata plafonnya hanya Rp 3,1 juta dan outstanding-nya rata-rata Rp 2.035.000. Inilah yang disebut sebagai nasabah ultra-mikro selama ini.

PNM, kata Arif, juga melakukan restrukturisasi kepada 57% dari total nasabah pada Juli 2020. Ini dilakukan karena nasabah tidak mampu bergerak ketika menghadapi masa pandemi Covid-19. Akan tetapi, pada Desember 2020 atau rata-rata per bulan PNM mampu memperbaiki kualitas nasabah ultra-mikro.

Baca Juga :   Bisnis Sabun Eukaliptus: Selalu Ada Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

“Kalau di Desember 2019 kredit macet (NPL) gross 0,14%, sementara  di 2020 NPL hanya 0,13%,” kata Arif.

Di samping itu, kata Arif, PNM juga menerima penyertaan modal negara sebanyak 2 kali pada 2020. Total penyertaan modal negara yang disalurkan kepada PNM di 2020 mencapai Rp 2,5 triliun. Lalu, pertumbuhan nasabah, juga berbanding lurus dengan jumlah penyaluran pembiayaan di 2020.

Penyaluran pembiayaan PNM di 2020, kata Arif, mencapai Rp 26,9 triliun atau tumbuh 12% dari 2019 yang mencapai Rp 24 triliun. Pertumbuhan ini diakui tidak seagresif tahun-tahun sebelum Covid-19 karena banyak nasabah baru yang dibiayai di 2020.

“Antara Juni hingga Desember 2020 ada sekitar 1,8 juta nasabah baru. Pendapatan kami juga naik menjadi Rp 5,8 triliun. Sementara total aset mencapai Rp 31,7 triliun atau tumbuh 27,3% dari Rp 24,9  triliun di 2019,” kata Arif.

Leave a reply

Iconomics