Potensial, Sektor E-Sport Bisa Dikembangkan Lewat Kerja Sama dengan Industri Lain
Co-Founder Evos Esport Hartman Harris/Iconomics
Evos Esport menilai sektor olahraga elektronik (e-sport) cukup potensial sehingga ada peluang kerja sama dengan industri lain. Peluang tersebut perlu dimaksimalkan agar dapat memberikan keuntungan, hasil dari scene industri gim kompetitif.
“Mungkin kalau saya tidak di e-sport itu saya tidak pernah berpikir mau bikin marchandise. Kalau saya tidak di dalam esport mungkin saya tidak pernah berpikir untuk konten movie, short movie, musik, dan lain sebagainya,” kata Co-Founder Evos Esport Hartman Harris dalam acara ICON 2022 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (7/10).
Hartman menuturkan, untuk mempertahankan sustainability perusahaan, maka orang-orang yang terlibat di dalamnya perlu tetap berpikir kreatif. Dengan demikian, setiap peluang yang tercipta dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Kalau omong secara karier itu memang banyak, ada manajer, ada dari komersial, ada kreator, dan lain sebagainya, dengan passion point yang berawal dari gaming,” kata Hartman.
Untuk Evos, kata Hartman, sedang bekerja sama dengan beberapa pihak seperti akademisi dari universitas dalam negeri, untuk memberikan pemahaman kepada para pelaku bisnis industri gim di Indonesia. Dengan begitu, mereka dapat melihat sisi lain untuk bisa memanfaatkan e-sport.
“Jadi kita pakai passion yang mereka sudah sangat di dalam itu, untuk ajarin mereka keahlian-keahlian tentang bisnis,” ujar Hartman.
Lewat peluang yang terbuka lebar itu, kata Hartman, Evos mampu memanfaatkan brand untuk memperoleh pendapatan yang dapat mempertahankan keberlanjutan perusahaan. Melalui peluang itu pula, Evos berkesempatan memperluas lini bisnis perusahaan.
“Jadi secara exposure dari sisi brand, kita punya jersey itu sangat besar. Salah satu keunggulan itu yang sangat melebar. Banyak potensi dari situ jadi kita bikin event. Peluangnya besar,” tuturnya.