Maximus Insurance Optimistis Tahun 2023 Pendaptan Premi Kembali Tumbuh Positif
PT Asuransi Graha Maximus Persada Tbk (Maximus Insurance), kembali menghadirkan pameran properti dan otomotif MAXExpo 2021 pada 5-9 Aptil 2021 secara virtual
PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk atau Maximus Insurance optimistis pada tahun depan akan melanjutkan pertumbuhan positif pada pendapatan premi, sebagaimana yang terjadi pada tahun 2022 ini.
Sepanjang tahun 2022 ini hingga akhir September, Maximus Insurance membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp1,06 triliun, naik sekitar 331% dari Rp247,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama Maximus Insurance Jemmy Atmadja mengatakan tren pertumbuhan positif ini diperkiakan akan berlanjut pada tahun depan. Salah satu faktor pendorongnya adalah penjualan otomotif yang diperkirakan tumbuh 5% hingga 10%. Otomotif merupakan salah satu kontributor terbesar pendapatan premi Perseroan.
“Di situ kami bisa mengartikan bahwa walaupun tahun depan adalah tahun yang penuh dengan tantangan, kami pun harus mencanangkan peningkatan daripada target di tahun 2023. Angkanya mungkin belum bisa kita sampaikan secara detil, tetapi yang pasti kami akan mencanangan positive growth untuk target 2023,” ujar Jemmy dalam sesi tanya jawab pada paparan publik, Kamis (8/12).
Norvin Osel, Chief Financial Officer PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk memaparkan, selain premi bruto yang tumbuh 331%, Perseroan juga mencatatkan perbaikan dari sisi klaim bruto yang mengalami penurunan 30% yoy menjadi Rp132 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp188 miliar dengan jumlah kasus klaim sekitar 7.700-an kasus.
Seiring dengan pertumbuhan premi dan perbaikan pada klaim, sampai dengan kuartal ketiga tahun 2022 Perseroan berhasil mencatat hasil underwriting sebesar Rp83 miliar atau tumbuh sebesar 517% dibandingkan dengan peridoe yang sama tahun sebelumnya.
Sampai dengan September, Perseroan memiliki jumlah aset Rp1,1 triliun, tumbuh 14% dibandingkan jumlah aset pada periode Desember 2021 sebesar Rp981 miliar.
Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp720 miliar meningkat 39% dari periode yang sama tahun 2021 yang mencapai Rp518 miliar. Peningkatan ini terjadi seiring dengan pertumbuhan premi Perseroan.
Jumlah ekuitas Perseroan sampai dengan akhir kuartal ketiga 2022 mencapai Rp400 miliar, menurun sekitar 13% dibandingkan Rp462 miliar pada periode yang sama tahun lalu. “Penurunan pada ekuitas ini berasal dari kerugian belum terealisasikan investasi saham perusahaanm”jelas Norvin Osel.
Rasio solvabilitas Perseroan tercatat sebesar 163,3% per september 2022, lebih tinggi dari ambang batas minimum sebagaimana dipersyaratkan oleh OJK yaitu 120%. Sedangkan tingkat kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban ditunjukan dengan rasio likuiditas sebesar 180,52%.