Diimbau Kerja dari Rumah, Sri Mulyani Tetap Siapkan Langkah Hadapi Corona

0
562
Reporter: Yehezkiel Sitinjak

Meski Presiden Joko Widodo mengimbau untuk kerja dari rumah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tetap menjalankan tugasnya secara penuh. Terutama menyiapkan langkah penyediaan anggaran untuk mengatasi penyebaran virus corona.

Di samping itu, Sri Mulyani juga memantau dinamikan ekonomi yang terdampak wabah virus corona. Juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meminialisasi dampaka wabah virus corona ini. Sebelumnya, Sri Mulyani pada Jumat (13/3) lalu mengatakan, pemerintah akan meninjau kembali segala kemungkinan terkait sisi pendapatan dan belanja negara.

Termasuk menghadapi kemungkinan melebarnya defisit APBN yang diperkirakan meningkat hingga 2,5% dari produk domestik bruto (PDB). Semua kemungkinan akan dibuka menghadapi dampak wabah virus corona ini.

“Tidak ada kemungkinan yang ditutup. Dari sisi belanja negara, belanja di seluruh kementerian dan lembaga kita lihat lagi. Kita akan melakukan segala skenario dalam rangka untuk mengantisipasi,” kata Sri Mulyani.

Pemerintah, kata Sri Mulyani, telah mengantisipasi skenario perlambatan ekonomi Tiongkok sebesar 1%. Skenario itu berkaitan dengan kemungkinan Tiongkok yang mengalami resesi selama 2 kuartal berturut-turut. Pemerintah disebut akan memperhatikan bagaimana Tiongkok akan menaikkan kembali pertumbuhannya di kuartal 3 dan 4.

Baca Juga :   Lawan Covid-19, 4 Perusahaan Ini Berdonasi ke Yayasan BUMN untuk Indonesia

Menurut Sri Mulyani, skenario yang dikembangkan pemerintah saat ini sangat fleksibel terhadap perkembangan di negara-negara maju seperti Tiongkok, Amerika Serikat (AS) dan Eropa. “Presiden Tiongkok sudah mulai mengunjungi Wuhan. Kami juga akan melihat bagaimana mereka menangani (corona) di Amerika dan Eropa. Kalau mereka segera dan kredibel akan segera mengembalikan optimisme global,” kataSri Mulyani.

Sri Mulyani memastikan Indonesia punya daya tahan yang cukup tinggi terhadap goncangan yang terjadi dalam perekonomian global. Dia merujuk kepada kemampuan Indonesia menghadapi krisis keuangan global pada 2009 yang mampu menaikkan kembali pertumbuhan ekonominya di tahun berikutnya berkat langkah yang tepat serta sistem pengamanan sosial yang kuat.

Karena itu, kata Sri Mulyani, pemerintah akan terus membelanjakan anggaran untuk
memperkuat segala lapisan masyarakat yang terdampak wabah virus corona. Itu sebabnya, pemerintah menanggung pajak penghasilan(PPh 21) warga kelas menengah selama 6 bulan ke depan.

Pemerintah pun tetap menjalin komunikasi dengan dunia usaha termasuk dengan Kadin serta asosiasi pengusaha lainnya. Juga dengan industri usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memberikan dukungan khusus bagi perusahaan-perusahaan yang saat ini mengalami kerentanan.

Leave a reply

Iconomics