Harga Saham Dua Emiten Baru yang Melantai di BEI Kompak Sentuh ARA

0
101

Harga saham dua emiten baru yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (9/7) kompak mencapai level Auto Rejection Atas (ARA) alias batas atas kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan.

Harga PT Chandra Daya Investasi Tbk yang tercatat di BEI dengan kode saham CDIA naik 34,74% pada debutnya ke level Rp256 per saham.

Sementara, harga PT Indokripto Koin Semesta Tbk yang tercatat di BEI dengan kode saham COIN naik 35% ke level Rp135 per saham.

PT Chandra Daya Investasi Tbk yang melepaskan 12.482.937.500 saham kepada publik pada harga perdana Rp190 per saham.

“Melalui penawaran umum perdana saham ini, kami berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun yang akan kami gunakan untuk memperkuat kapabilitas inti kami terutama di sektor logistik, kepelabuhan, dan penyimpanan yang merupakan sektor-sektor yang kami yakini akan menjadi penggerak utama pembangunan industri dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara,” ujar Fransiskus Ruly Aryawan, Presiden Direktur PT Chandra Daya Investasi Tbk dalam serenomi pencatatan perdana saham.

Baca Juga :   Prospek Sektor Pertanian Kian Cerah, Delta Giri Wacana Tbk Resmi Melantai di BEI

Fransiskus mengapresiasi “setinggi-tingginya atas kepercayaan para investor” kepada Perseroan dalam proses Initial Public Offering.

Kepercayaan investor ini, jelasnya, tercermin dari tingginya minat pasar dengan kelebihan permintaan (oversubscription) sebanyak 563,64 kali dan melibatkan partisipasi dari 416.000 investor.

“Sepertinya oversubscription CDIA merupakan yang tertinggi di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini,” ujar Fransiskus.

Kelebihan permintaan juga terjadi pada penawaran umum perdana saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN).

Ade Wahyu, Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk mengatakan selama masa penawaran umum, saham COIN mencatat oversubscription lebih dari 180 kali dengan total pemesanan lebih dari 200 kali.

Ade mengatakan ini merupakan sebuah “pencapaian yang luar biasa yang mencerminkan besarnya kepercayaan investor dan masyarakat luas terhadap masa depan” industri kripto.

Ade juga mengatakan IPO COIN “bukan sekedar pencapaian korporasi, tetapi langkah besar bagi industri aset kripto di Indonesia.”

“COIN menjadi perusahaan terbuka pertama di Indonesia yang sepenuhnya bergerak di sektor aset kripto, sebuah tonggak penting menuju ekosistem yang lebih transparan dengan mengedepankan prinsip-prinsip good corporate governance,” ujarnya.

Baca Juga :   Tiga Perusahaan Resmi Melantai di BEI, Satu Milik Menantu Megawati

Dengan harga perdana Rp100 per saham, COIN meraup dana Rp220,58 miliar dari penawaran umum perdana saham ini. Berdasarkan prospektus, sekitar 85% dari dana tersebut akan diberikan kepada Perusahaan Anak, yaitu CFX dalam bentuk penyertaan modal yang akan digunakan untuk modal kerja (Operational Expenditure) atas kegiatan operasional.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics