Kementerian Pariwisata: Narasi Positif Mengenai Indonesia Sangat Penting untuk Gaet Wisatawan

0
122

Narasi positif mengenai Indonesia perlu terus dibangun untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata Indonesia, setelah mengalami keterpurukan selama pandemi Covid-19.

Apalagi sektor ini memiliki peran yang penting untuk perekonomian Indonesia.

Tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 17,9 juta kunjungan. Perjalanan wisatawan nusantara menembus sekitar satu miliar, tepatnya 1,02 miliar perjalanan.

Geliat sektor pariwisata ini  memberikan kontribusi sebesar 4,04% terhadap  Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Nilai investasi sektor pariwisata mencapai  Rp47,1 triliun pada 2024, tumbuh 3,92%. Sementara penyerapan tenaga kerja hampir tembus 25 juta.

Sektor ini juga memiliki peranan yang penting dalam menjaga ketahanan nilai tukar Rupiah karena  mendatangkan devisa sebesar US$16,7 miliar pada 2024. 

Indri Wahyu Susanti, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata mengatakan angka-angka ini menunjukkan sektor pariwisata “memegang peranan penting” pada perekonomian Indonesia.

Berbicara dalam acara 6th Indonesia Public Relations Summit 2025 yang digelar Theiconomics di gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (8/8), Indri mengatakan tren pemulihan sektor pariwisata nasional ini perlu ditopang dengan komunikasi publik yang kuat agar momentum pertumbuhan dapat terjaga dan terakselerasi. 

Baca Juga :   Kementerian Pariwisata Mengkaji Dampak Liburan Nasional Terhadap Pariwisata, Simak Dampaknya

Menurutnya, sangat penting mengisi ruang publik Indonesia dengan narasi positif. Narasi positif ini, kata dia, selain untuk menyeimbangkan berita-berita negatif, disinformasi dan fitnah, juga penting untuk menarik wisatawan dari luar untuk datang ke Indonesia.

“Bukan cuma wisatawan yang bisa ditarik, investasi juga. Di situ juga mungkin peran media dan peran rekan-rekan semua yang ada di sini,” ujarnya dalam acara yang dihadiri praktisi public relation itu.

Dalam acara bertajuk “Collaboration for Reputation” itu, Indri mengatakan kolaborasi untuk membangun reputasi juga menjadi kunci utama dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Reputasi tidak hanya dibangun dari produk maupun layanan pariwisata, tetapi juga bagaimana kita konsisten menyampaikan cerita dan nilai-nilai yang melekat dalam Wonderful Indonesia yang merupakan brand pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Brand Wonderful Indonesia, jelasnya,  lahir dari komitmen yang dalam untuk menampilkan kekayaan alam, budaya dan pengalaman yang unik secara konsisten dan terstruktur.

Brand Wonderful Indonesia mengusung lima filosofi yaitu nature wonders, culture wonders, sensory wonders, modern wonders dan adventure wonders.

Lima filosofi ini, kata Indri, menjadi rumusan identitas kepariwisataan Indonesia yang membedakan Indonesia dengan pariwisata negara lain. 

Baca Juga :   Meorint Kumpulkan Lebih Dari 2.000 Exhibitor, Kemenpar Soroti Industri MICE

Selain penguatan reputasi brand Wonderful Indonesia, pemerintah Indonesia juga terus mengupayakan pengembangan iklim investasi yang kondusif dengan mendorong program dan kebijakan yang produktif. 

“Kita berupaya untuk menyederhanakan proses perizinan, pendampingan terhadap implementasi investasi pariwisata serta penataan regulasi untuk memberikan kemudahan berinvestasi di sektor pariwisata,” ujarnya.

Tahun 2025 ini, Kementerian Pariwisata mengusung lima program prioritas, yaitu Transformasi Digital (Tourism 5.0), Gerakan Wisata Bersih, Pariwisata Naik Kelas (Gastro, Marine, dan Wellness Tourism), Pengadaan Event Bertaraf Global dengan IP Indonesia, dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas. 

Untuk mengembangkan sektor pariwisata dan program Kementerian Pariwisata, Indri mengatakan kehumasan memiliki peran yang vital untuk menyampaikan pesan secara efektif dan membangun komunikasi yang transparan dan responsif. 

“Peran kehumasan Kemenpar dimaknai dengan aktif berkolaborasi. Kita aktif join di beberapa forum kehumasan. Kita aktif dalam komunikasi dengan Kantor Komunikasi Kepresidenan. Kemenpar juga aktif berkolaborasi dengan biro-biro Kehumasan Kementerian/Lembaga lain melalui Bakohumas. Kemenpar juga memfasilitasi forum wartawan.  Mungkin suatu saat kita juga memfasilitasi forum untuk PR (Public Relation),” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics