Food Estate Berdampak, Porsi Pembiayaan Alat Berat BRI Finance Mencapai 16% per Juli 2025

0
93

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan kinerja positif pada segmen pembiayaan alat berat hingga Juli 2025. Porsi pembiayaan di sektor ini mencapai 16,2% dari total penyaluran pembiayaan.

“Sebagai bagian dari BRI Group, kami berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang tumbuh secara sehat sekaligus mendorong percepatan pembangunan. Segmen alat berat menjadi salah satu pendorong utama karena berkaitan erat dengan infrastruktur, pertanian, serta pengembangan wilayah,” Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan dalam keterangannya.

Sekretaris Perusahaan BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani menambahkan bahwa sektor alat berat masih memiliki prospek yang kuat.

“Kami melihat permintaan tetap solid, khususnya dari sektor infrastruktur, pertambangan, dan agrikultur. Dengan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang konsisten, kami optimistis tren positif ini dapat berlanjut hingga akhir tahun,” kata Dhani.

Pada semester I tahun 2025, BRI Finance membukukan total aset Rp6,63 triliun dengan komposisi piutang pembiayaan investasi Rp1,39 triliun, pembiayaan modal kerja Rp107,65 miliar, pembiayaan multiguna Rp3,81 triliun, dan sewa operasi Rp35,52 miliar.

Baca Juga :   BRI Finance akan Terbitkan Obligasi Berkelanjutan Senilai Rp700 Miliar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut penyaluran pembiayaan alat berat nasional mencapai Rp46,73 triliun per Maret 2025, atau tumbuh 8,05% secara tahunan.

Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) mencatat produksi alat berat semester I tahun 2025 mencapai 4.460 unit, naik 33,65% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Permintaan terbesar kini didominasi sektor agrikultur dan kehutanan, masing-masing berkontribusi 40% dan 45% terhadap total pasar.

Ketua Umum Hinabi, Widayat Raharjo menyebut pergeseran tren permintaan dari sektor pertambangan ke agrikultur sejalan dengan penguatan program food estate nasional.

“Tahun ini sektor agrikultur menjadi penopang utama permintaan alat berat, sementara permintaan dari sektor pertambangan mulai melambat akibat turunnya harga komoditas batu bara,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics