Danantara Bidik Investasi yang Ciptakan Lapangan Kerja Tinggi, BUMN Tekstil Dalam Kajian
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) tengah mengkaji rencana pembentukan BUMN tekstil, sebelum memulai proyek tersebut. Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar US$6 miliar untuk membentuk BUMN tekstil.
CEO Danantara, Rosan Roeslani mengatakan pihaknya tengah mengkaji beberapa aspek, termasuk parameter yang harus dipenuhi. Selain itu, Danantara pun mempertimbangkan hal-hal lainnya, seperti keuntungan yang didapat, dan seberapa besar lapangan kerja yang nantinya akan diserap.
“Kita terbuka untuk menerima investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita, apabila penciptaan lapangan pekerjaannya lebih tinggi. Mungkin tekstil salah satu yang dari segi penciptaan lapangan pekerjaan itu sangat besar,” kata Rosan di kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Kamis (15/01/2026).
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar US$6 miliar untuk membentuk BUMN baru yang bergerak di sektor tekstil.
Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, Airlangga mengatakan Danantara akan ditunjuk sebagai pelaksana pembentukan BUMN tersebut. Banyaknya industri tekstil dalam negeri, kata Airlangga, mendorong pemerintah untuk mencari pasar-pasar baru, yang bisa meningkatkan daya saing industri tekstil nasional.
“Bapak Presiden (Prabowo) mengingatkan, kita pernah mempunyai BUMN tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali. Sehingga pendanaan US$6 billion nanti akan disiapkan oleh Danantara,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (14/01/2026).