Pengamat: Presiden Prabowo dan Bos Danantara Mesti Bangun Confidence di WEF 2026

0
69

Presiden RI Prabowo Subianto bersama Badan Pengelola Investasi Danantara (Danantara Indonesia) akan memanfaatkan momentum acara World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss pada 19 Januari mendatang untuk menyampaikan progres perekonomian Indonesia, sekaligus memperkenalkan Danantara pada tokoh dan pebisnis dunia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi pernah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dijadwalkan hadir pada acara WEF yang akan digelar pada 19–23 Januari 2026 di Davos. Forum ini melibatkan pemimpin negara-negara dunia, pengusaha, akademisi, hingga perwakilan masyarakat sipil. Indonesia sudah lama absen dari acara strategis ini. Indonesia sudah 10 tahun tidak pernah menghadiri.

“Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Itu forum tepat, para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi hadir di sana,” kata Peneliti Senior INDEF, Dradjad Wibowo dalam keterangannya yang dikutip pada 16 Januari 2026.

Ia juga mengatakan kehadiran Danantara memiliki peran strategis untuk menjelaskan kebijakan ekonomi Indonesia. Salah satu perannya adalah bagaimana kemampuan Danantara mengelola modal negara senilai US$1 triliun.

Baca Juga :   Jelang Peresmian Danantara, Muliaman Hadad Digoyang Isu Usia Lebih dari 60 Tahun

“Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia,” kata Dradjad.

Dradjad mengatakan Danantara harusnya dapat memanfaatkan WEF 2026 untuk menjelaskan kepada para konglomerat dunia yang hadir, pemimpin negara, dan para inovator teknologi perihal peran penting badan investasi ini dibentuk.

“Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF (sovereign wealth fund) Indonesia ini,” katanya.

Danantara bisa membangun kepercayaan para investor dan pelaku usaha dalam WEF 2026. Ia meyakini hal tersebut bisa memberikan hal positif bagi hadirnya para investor global.

“Untuk itu patut dijaga. Setelah dari WEF, persiapkan segalanya, supaya saat riset mereka atau intelijen bisnis mereka datang, mereka melihat yang membuat mereka mau masuk, dan nyaman dengan iklim dan ekosistemnya,” kata Dradjad.

Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief mengatakan kesempatan hadir di WEF ini akan dioptimalkan untuk menjelaskan Danantara melihat WEF sebagai ruang strategis. Menurut Al-Arief, WEF ini bisa menjembatani kepentingan dan pembangunan nasional dengan perspektif akses ke modal global, di mana Danantara bisa membangun engagement secara strategis dan terstruktur.

Leave a reply

Iconomics